Legislator Pertanyakan Agus Martowardojo Terkait BI Rate
Jumat, 14 Juni 2013 6:47 WIB
Jakarta, (Antara) - Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Harry Azhar Azis mempertanyakan komitmen Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo untuk memangkas suku bunga acuan (BI rate), sebab kenyataan yang terjadi dinilai tidak sesuai janji.
"Kami mempertanyakan sikap ini, saat 'fit and proper test' Pak Agus pernah berjanji akan menurunkan BI rate, tetapi ini malah menaikkan," kata Harry saat dihubungi dari Jakarta, Kamis.
Pernyataan Harry Azhar itu terkait keputusan BI menaikkan BI rate sebesar 25 basis poin, dari 5,75 persen menjadi enam persen hari ini.
Harry menilai keputusan menaikkan BI rate akan berdampak tidak baik terhadap pertumbuhan ekonomi dan sektor riil, khususnya bagi pertumbuhan kredit perbankan.
"Padahal BI berniat akan meningkatkan rasio kredit perbankan terhadap Produk Domestik Bruto Indonesia. Ini yang dipertanyakan, dimana komitmen Pak Agus, belum lama menjabat sudah menaikkan BI rate," katanya.
Pada hari Kamis ini bank sentral memutuskan menaikkan BI rate sebesar 25 basis poin menjadi enam persen. Menurut Gubernur BI Agus Martowardoyo kebijakan tersebut merupakan bagian dari bauran kebijakan untuk secara "pre-emptive" merespon meningkatnya ekspektasi inflasi serta memelihara kestabilan makroekonomi dan stabilitas sistem keuangan di tengah ketidakpastian pasar keuangan global.
Selain itu, BI tetap melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah sesuai kondisi fundamentalnya dan terus menjaga kecukupan likuiditas di pasar valuta asing (valas) domestik.
BI akan melanjutkan penguatan operasi moneter melalui pengayaan instrumen moneter dan pendalaman pasar uang rupiah dan valas. Disamping itu, penguatan kebijakan makroprudensial juga dipersiapkan untuk mencegah meningkatnya risiko yang berlebihan di sektor-sektor tertentu. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Adukan nasib ke Dishub Pasbar, masyarakat Koto Sawah pertanyakan larangan kendaraan tronton membawa TBS
22 August 2024 21:08 WIB, 2024
DKPP pertanyakan bawaslu tak plenokan panwascam yang ikut seleksi kpu
02 August 2024 18:30 WIB, 2024
Dianggap tidak layak, anggota KPPS Luhak Nan Duo Pasaman Barat pertanyakan porsi makan bimtek
30 January 2024 19:20 WIB, 2024
Puluhan korban gempa Talamau datangi kantor bupati pertanyakan bantuan
04 September 2023 16:15 WIB, 2023