Dahlan Sampaikan Dua Oknum DPR kepada BK
Senin, 5 November 2012 13:38 WIB
Jakarta, (ANTARA) - Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan telah menyampaikan dua nama oknum anggota DPR yang melakukan pemerasan terhadap BUMN kepada Badan Kehormatan DPR-RI.
"Nama dan peristiwa pemerasan sudah saya sampaikan kepada BK, tindak lanjut atas laporan tersebut saya serahkan kepada BK," kata Dahlan, usai memenuhi panggilan BK DPR, di Gedung MPR/DPR-RI, Jakarta, Senin.
Menurut Dahlan, dirinya melaporkan bahwa pemerasan yang dilakukan oknum DPR terjadi pada tiga peristiwa, di mana satu peristiwa satu nama, dan dua peristiwa selanjutnya oleh satu nama.
Dahlan menolak menyebutkan secara rinci nama-nama yang diadukan tersebut, termasuk nilai rupiah hasil pemerasan dari oknum yang dimaksud.
"Nama, dan asal partai tidak akan saya ungkapkan di sini. Saya serahkan sepenuhnya kepada BK untuk membuka atau tidak nama-nama itu," tegas Dahlan.
Ia hanya menjelaskan, BUMN yang menjadi korban pemerasan adalah perusahaan yang mendapatkan suntikan dana dari APBN berupa Penyertaan Modal Negara (PMN).
Sebelumnya mantan Direktur Utama PT PLN ini pernah menyebutkan setidaknya mengantongi sekitar 10 nama oknum DPR yang pernah meminta upeti kepada sejumlah BUMN.
Namun pada kesempatan itu, mengaku baru bisa melaporkan dua nama dan tiga peristiwa, karena sudah memiliki bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.
"Untuk selanjutnya, nanti biarkan saja direksi BUMN yang bersangkutan yang melaporkan kepada BK, BPK atau bahkan ke KPK," katanya.
Dahlan membantah bahwa dirinyua mendapat intervensi dari BK atas keinginannya melaporkan nama-nama oknum yang dimaksud.
"Kalau saya tidak menyebutkan nama di depan anda karena saya tidak ingin terkesan bersihi-bersih rumah tangga orang lain," ujarnya.
Ia mengakui yang penting dirinya sudah memenuhi panggilan BK, dan biarkan diselesaikan sesuai dengan mekanisme BK.
"Saya bukan aktivis yang tugasnya melaporkan. Saya menteri BUMN yang sebaiknya fokus membenahi kinerja BUMN," ujarnya.
Dahlan menyatakan, laporan tersebut juga sekaligus mengklarifikasi adanya SMS gelap yang menyebutkan ada 18 inisial oknum pemeras BUMN.
"SMS gelap tersebut jelas tidak datang dari Humas Kementerian BUMN, apalagi dari saya. SMS gelap itu bukan dari kami," ujarnya.
Rapat tertutup antara Dahlan dengan BK tersebut berlangsung sekitar 1,5 jam.
Usai rapat Dahlan langsung didaulat memberi keterangan pers, yang diikuti sekitar ratusan wartawan media cetak dan elektronik. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Narasumber DPMK-TFI, Wako Fadly Amran sampaikan pentingnya pengalaman berorganisasi bagi generasi muda
04 February 2026 17:10 WIB
Dapat dukungan penuh tangani bencana, Gubernur Mahyeldi sampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo
03 February 2026 10:35 WIB
Salurkan bantuan ke Agam, Wako Bukittinggi sampaikan kesiapan penyangga bencana ke Menteri PMK
24 January 2026 20:27 WIB
Rakor Bersama Mendagri, Gubernur Sumbar Sampaikan Total Kerugian Pascabencana Berbasis Data Terintegrasi
09 January 2026 18:41 WIB
Wako Fadly Amran sampaikan kebutuhan anggaran rehab-rekon pascabencana Padang sekitar Rp5,5 triliun
08 January 2026 19:03 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018