Logo Header Antaranews Sumbar

Salurkan bantuan ke Agam, Wako Bukittinggi sampaikan kesiapan penyangga bencana ke Menteri PMK

Sabtu, 24 Januari 2026 20:27 WIB
Image Print
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias. Pemerintah Kota Bukittinggi menyalurkan bantuan bencana ke Kabupaten Agam sekaligus menemui Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dalam menindaklanjuti kesiapan kota setempat sebagai daerah penyangga bencana di Sumatera Barat. ANTARA/AL FATAH

Bukittinggi (ANTARA) - Wali Kota (Wako) Bukittinggi menyampaikan kesiapan kota setempat menjadi daerah penyangga bencana di Sumatera Barat khususnya Kabupaten Agam. Hal itu disampaikan langsung ke Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Pratikno.

Wako Ramlan Nurmatias menemui Menko PKM Pratikno sekaligus menyerahkan bantuan bagi korban bencana dari Pemkot Bukittinggi di Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sabtu (24/1).

"Kami mengusulkan pembangunan kantor BNPB yang lengkap dan permanen di Talao yang sudah direncanakan sejak 2016 agar penanganan bencana lebih cepat dan terorganisir," kata Ramlan.

Ia mengatakan Kota Bukittinggi berada di tengah Kabupaten Agam dan menjadi pusat perlintasan dari dan menuju kabupaten kota lainnya di Sumatera Barat hingga kesiapan sebagai penyangga bencana sangat dibutuhkan.

"Terkait dana bantuan dari kepresidenan, Pemkot Bukittinggi sedang berkoordinasi dengan Kemendagri agar dana tersebut dapat digunakan untuk membeli alat-alat berat guna kesiapsiagaan bencana," kata Ramlan.

Menurutnya, meskipun Bukittinggi tidak terkena bencana langsung, dampak ekonomi pada sebagai kota wisata sangat besar.

"Untuk infrastruktur dan pariwisata jelang bulan puasa dan Lebaran, Pemkot Bukittinggi telah meminta pihak Polda agar jalur Lembah Anai dapat dibuka dua jalur demi kelancaran akses ke Bukittinggi," katanya.

Pemerintah Kota Bukittinggi datang ke Pendopo Bupati Agam untuk menyerahkan bantuan berupa 200 kasur, selimut, dan sekitar 200 rice cooker.

Bantuan ini diberikan sebagai respon atas koordinasi dengan Bupati Agam terkait kebutuhan mendesak warga terdampak bencana.

"Dana bantuan untuk membeli rice cooker tersebut berasal dari hasil kegiatan Pacu Kuda sekitar Rp 43 juta dan tambahan dari Baznas Rp24 juta," kata Wako.

Selain itu, Pemkot Bukittinggi juga menyalurkan bantuan dari lembaga lainnya berupa 1.500 porsi makanan siap saji, 375 unit kasur, 600 paket susu, 500 selimut serta 500 lembar pakaian relawan.

Penyaluran bantuan kebencanaan Pemkot Bukittinggi ini menjadi yang kedelapan kalinya dilakukan sejak awal bencana hidrometeorologi Sumbar di akhir November 2025.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026