BNPB Bangun Sirene Tsunami di Bengkulu
Rabu, 12 Juni 2013 14:42 WIB
Bengkulu, (Antara) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana akan membangun enam sirene peringatan dini bencana di enam kabupaten pesisir di Provinsi Bengkulu.
"Program ini dari pusat, BNPB akan bekerja sama dengan BMKG membangun sirene peringatan dini tsunami," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu, Kolendri di Bengkulu, Rabu.
Ia mengatakan hal itu saat dialog tentang kebencanaan yang digagas Women Crisis Center (WCC) bersama BPBD Provinsi Bengkulu di Kantor BPBD Bengkulu.
Program pembangunan sirene tersebut kata dia sepaket dengan pembangunan shelter tsunami dengan nilai anggaran sebesar Rp68 miliar.
Enam kabupaten dan kota pesisir yang menjadi sasaran yakni Kabupaten Mukomuko, Bengkulu Utara, Kota Bengkulu, Seluma, Bengkulu Selatan dan Kaur.
Pembangunan shelter tersebut sebagai upaya pengurangan resiko bencana tsunami di wilayah pesisir enam kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu.
"Shelter ini semacam bangunan evakuasi atau 'escape building' saat terjadi bencana tsunami, juga multifungsi," katanya.
Saat ini kata Kolendri terdapat dua sirene peringatan dini tsunami yang berasal dari hibah BMKG pusat yang dibangun di Kota Bengkulu.
Sirene yang rutin diuji setiap bulan pada tiap tanggal 26 itu merupakan seperangkat alat dengan teknologi canggih.
"Untuk membangun itu anggarannya miliaran rupiah, jadi alat yang dibangun dari BNPB itu akan lebih sederhana teknologinya," tambahnya.
Ia menambahkan alokasi dana pembangunan selter tersebut terbesar untuk Kota Bengkulu senilai Rp14 miliar.
Sedangkan untuk lima kabupaten lainnya masing-masing sebesar Rp10 miliar.
Kolendri mengharapkan program tersebut masih dilanjutkan pada tahun berikutnya sebab Kabupaten Bengkulu Tengah yang rawan tsunami belum masuk dalam program ini.
"Apalagi kawasan padat permukiman di pesisir cukup banyak jadi selter ini perlu diperbanyak," katanya.
Kepala Seksi Observasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bengkulu Sudianto mengatakan dengan dua sirene peringatan dini tsunami yang ada saat ini masih sangat minim.
"Apalagi bunyi yang dihasilkan juga terbatas radiusnya, jadi masih butuh penambahan sirene," katanya. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Nusron Wahid sambut positif rencana Presiden Prabowo bangun gedung umat di eks-Kedubes Inggris
10 February 2026 10:05 WIB
Polri bangun dua jembatan bailey di Agam permudah akses warga pascabencana
07 February 2026 13:40 WIB
Pemkot Padang bangun 10 unit hunian tetap bagi penyintas banjir di Kapalo Koto
29 January 2026 16:22 WIB
TNI selesai bangun tujuh jembatan armco-bailey di lokasi bencana Agam (Video)
25 January 2026 18:32 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018