Logo Header Antaranews Sumbar

Baznas RI bangun 100 hunian tetap bagi penyintas di Agam

Rabu, 28 Januari 2026 17:31 WIB
Image Print
Direktur Pendistribusian Baznas RI, Ahmad Fikri sedang membahas pembangunan hunian tetap dengan Bupati Agam di rumah dinas bupati. Dok ANTARA/HO/Baznas Agam

Lubukbasung (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia (Baznas RI) berencana membangun sebanyak 100 unit hunian tetap bagi penyintas bencana di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, agar mereka mendapatkan rumah yang layak.

"Kita berkomitmen ikut membantu penanganan pascabencana di Kabupaten Agam dengan rencana pembangunan sekitar 100 unit hunian tetap," kata Direktur Pendistribusian Baznas RI, Ahmad Fikri di Lubuk Basung, Rabu.

Ia mengatakan Baznas RI menginginkan lokasi pembangunan berada dalam satu kawasan agar dapat dijadikan sebuah perkampungan terpadu yang disebut Kampung Cahaya Zakat.

Di beberapa daerah terdampak bencana di Sumatera, tahapan pembangunan hunian tetap sudah mulai berjalan.

Bantuan yang diberikan Baznas RI hanya berupa pembangunan fisik rumah, tanpa mencakup fasilitas umum.

"Sekarang kami membahas rencana serupa di Agam. Untuk itu kami ingin mengetahui apakah Pemkab Agam telah menyiapkan lahan atau belum,” katanya.

Ia mengakui keterlibatan Baznas dalam penanganan bencana merupakan bagian dari komitmen bersama Satuan Tugas Bencana Nasional, di mana Baznas memiliki program sosial keagamaan.

Program itu meliputi kembali ke surau dengan penyaluran bantuan untuk masjid, kembali ke sekolah melalui bantuan bagi pelajar dan satu lagi program kembali ke rumah.

"Program kembali ke rumah inilah yang kita bahas hari ini, yaitu pembangunan hunian tetap," katanya.

Sementara, Bupati Agam Benni Warlis menyambut baik rencana Baznas RI yang ingin membantu warga terdampak bencana di daerahnya. Namun harus sesuai dengan yang telah ditetapkan pemerintah pusat agar tidak terjadi kecemburuan sosial.

"Pembangunan hunian tetap harus sesuai standar Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman," katanya.

Ia menambahkan Pemkab Agam telah menyiapkan beberapa lokasi lahan untuk pembangunan hunian tetap salah satu di Dama Gadang, Nagari Dalko, Kecamatan Tanjung Raya.

Namun, ia menekankan pentingnya keberadaan fasilitas umum dalam pembangunan kawasan permukiman.

“Jika yang dibantu hanya bangunan fisik rumah tanpa fasilitas umum seperti irigasi, jalan dan sarana pendukung lainnya, tentu akan menyulitkan ke depannya,” katanya.

Tahun lalu, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman telah membangun hunian tetap bagi warga terdampak bencana lahar dingin Gunung Marapi di Agam, lengkap dengan fasilitas umum, sehingga hanya tinggal diserahkan kunci kepada penghuni.

“Fasilitas umum sangat penting dalam membangun permukiman. Untuk itu, kami akan mencoba berkoordinasi dengan Kementerian PKP, apakah pembangunan hunian tetap yang dibantu Baznas ini dapat dilanjutkan atau dilengkapi oleh Kementerian PKP,” katanya.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026