Padang, (Antara) - Sejumlah wartawan di Kota Padang merasa dilecehkan oleh Forum Mahasiswa Mentawai, Sumatera Barat ketika aksi demo mahasiswa di Kejaksaan Tinggi Sumbar, Senin. "Tidak itu saja, oknum mahasiswa juga mengatakan wartawan jika tidak memuat berita aksi tersebut juga diduga telah menerima suap dari pejabat Kabupaten mentawai," ujar dia. Ucapan dari oknum mahasiswa tersebut, tambah Roni, tidak pantas dan tidak bisa dipertanggungjawabkan. Hal senada juga dikatakan Nofrianto Pimpinan Media Perjuangan menyatakan tuduhan dari oknum mahasiswa tersebut tidaklah memiliki bukti yang cukup. "Tuduhan tersebut dikategorikan sebagai penghinaan dan pelecehan terhadap profesi wartawan," kata dia. Dia menambahkan, para wartawan merasa tersinggung dengan ucapan dari oknum mahasiswa tersebut ketika aksi demo di Kejaksaan Tinggi Sumbar. "Oknum mahasiswa tersebut diminta segera untuk meminta maaf, jika tidak kami akan melaporkan kepada pihak kepolisian," tukas dia. Sementara itu Fiktiari Silain koordinator demo menyatakan, atas nama mahasiswa meminta maaf kepada seluruh wartawan telah menyinggung perasaan para jurnalis ketika aksi demo tersebut. "Kami telah menyinggung perasaan wartawan yang sedang meliput aksi demo di Kejaksaan Tinggi Sumbar, untuk itulah meminta maaf kepada para insan media," kata dia. Dia menambahkan, berjanji tidak akan berbuat hal yang sama lagi kepada seluruh wartawan yang meliput di Kota Padang. "Para mahasiswa tergabung dalam Forum Mahasiswa Mentawai berjanji tidak akan melecehkan wartawan yang meliput kegiatan aksi demo," ungkap dia. (*/jno)