Logo Header Antaranews Sumbar

Pemain Brazil Dilecehkan Para Penonton di Peru

Jumat, 14 Februari 2014 07:00 WIB
Image Print

Lima, (Antara/Reuters) - Para penggemar Peru menyambut seorang pemain Brazil dengan menirukan suara-suara keras sepanjang pertandingan Piala Libertadores, insiden yang disebut presiden Brazil Dilma Rousseff pada Kamis sebagai "yang disesalkan." Para penggemar Real Garcilaso berulang kali menghina pemain pengganti Cruzeiro Tinga ketika mantan pemain Borussia Dortmund dan Sporting itu masuk pada babak kedua, dalam pertandingan Rabu di kota Andean, provinsi Huancayo. Pertandingan itu berakhir dengan kemenangan 2-1 bagi Garcilaso saat melawan sang juara Brazil, dan presiden klub musuh bebuyutan Cruzeiro, Atletico Mineiro, mengatakan insiden tersebut merusak kegembiraannya menyaksikan kekalahan sang rival. "Pada awalnya saya pikir mereka hanya mencemooh, mungkin karena saya cukup dikenal di sini dan sebelumnya pernah bermain di (Piala) Libertadores," kata Tinga (36) kepada situs resmi Cruzeiro (www.cruzeiro.com.br). "Kemudian saya menyadari itu merupakan pelecehan rasial. Hal itu mengecewakan saya namun saya berusaha untuk tetap fokus terhadap pertandingan. Saya ingin menang." "Saya bermain di Eropa selama beberapa tahun dan Anda mendengar banyak pembicaraan mengenai rasisme di sana, namun itu tidak pernah terjadi terhadap saya. Kemudian, semuanya tiba-tiba, hal ini terjadi, di negara yang dekat dengan negara saya, di negara yang berisi percampuran ras serupa dengan kami." Roussef menggunakan akun Twitternya untuk mengomentari insiden tersebut. "Episode rasisme yang melibatkan Tinga, dari Cruzeiro, di Peru merupakan hal yang disesalkan," ucapnya. "Kami semua bersama Tinga." Ejekan-ejekan menirukan suara kera dimulai ketika Tinga memasuki lapangan dan dapat terdengar jelas pada siaran televisi, karena suara tersebut bergema di seantero stadion setiap kali ia menyentuh bola. "Saya akan mengubah semua gelar saya untuk mengakhiri prasangka," kaat Tinga, yang memenangi dua gelar Libertadores bersama Internacional dan memenangi kejuaraan Brazil bersama Cruzeiro pada tahun lalu. Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan mengatakan melalui akun Twitter Piala Libertadores bahwa mereka "menolak" insiden-insiden tersebut dan akan mempelajari sanksi apa yang dapat dijatuhkan kepada tim Peru itu. Cruzeiro mengatakan mereka akan meluncurkan protes resmi, meski mereka juga tidak menyukai stadion yang digunakan dan kota Huancayo, yang berada di ketinggian 3.200 meter di atas permukaan laut. Insiden-insiden rasisme disebutkan pada paragraf pembuka pada akhir pernyataan di situs resmi klub. "Stadion ini tidak layak (untuk menyelenggarakan pertandingan. Kota ini tidak memiliki hotel, tanpa air," kata direktur sepak bola Alexandre Mattos. "Tidak ada air di ruang-ruang ganti...Ini merupakan tempat kecil di mana sepak bola semestinya tidak pernah hadir." Alexandre Kalil, presiden Atletico Mineiro, berkomentar pmelalui Twitter, "Rasisme di Libertadores? Itu membuang kegembiraan menyaksikan Cruzeiro dikalahkan. Menyedihkan." (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026