Lubukbasung (ANTARA) - Pegawai dan warga binaan pemasyarakatan Rumah Tahanan  Negara (Rutan) Kelas II B Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat menggelar shalat gaib untuk mendoakan awak KRI Nanggala-42 di Rutan itu.


Kepala Rutan Kelas II B Maninjau, Desrianto di Lubukbasung, Senin, mengatakan shalat gaib itu diikuti seluru pegawai dan warga binaan pemasyarakatan Rutan itu.


"Kegiatan ini dilakukan untuk mengirimkan doa dan  penghormatan kepada pejuang bangsa yang telah gugur dalam menjalankan tugas mulianya," katanya.


Ia mengatakan, shalat gaib itu dilakukan setelah Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto secara resmi mengumumkan 53 awak KRI Nanggala-402 yang tenggelam dan dinyatakan gugur, Minggu (25/4).


Setelah itu, pihaknya menginstruksikan seluruh pegawai dan warga binaan pemasyarakatan Rutan Kelas II B Maninjau untuk melakukan shalat gaib di Rutan Kelas II B Maninjau.


"Kita shala gaib dan mendoakan 53 awak KRI Nanggala-402," katanya.


Pihaknya turut berduka cita atas musibah yang dialami oleh 53 awak KRI Nanggala-402.


Sebelumnya, kapal selam KRI Nanggala yang membawa 53 awak kapal hilang kontak sejak Rabu (21/4) dini hari di perairan Utara Pulau Bali saat sedang akan melaksanakan latihan menembak torpedo.


Pada Minggu (25/4), KRI Nanggala-402 dinyatakan telah tenggelam dan seluruh awaknya telah gugur diperkuat dengan penemuan bukti-bukti otentik setelah dilakukan pemindaian secara akurat.


Sebanyak 53 awak kapal KRI Nanggala-402 pun gugur dalam tugas. ***3***