
BKSDA Sumbar tangani empat konflik harimau di Agam awal Mei

Lubukbasung (ANTARA) - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat melakukan penanganan empat konflik atau interaksi negatif harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae) di Kabupaten Agam pada awal Mei 2026.
"Empat konflik harimau ini kita tangani selama 12 hari semenjak 2-12 Mei 2026," kata Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumbar Ade Putra di Lubuk Basung, Selasa.
Ia mengatakan empat konflik tersebut di Taruyan, Nagari Tigo Balai, Kecamatan Matur semenjak Sabtu (2/5), setelah pasangan suami istri didatangi harimau saat berada di kebunnya.
Di lokasi tersebut, BKSDA Sumbar memasang kamera treap atau jebak dan termasuk kandang jebak.
"Saat ini kandang jebak masih terpasang di lokasi kemunculan satwa dilindungi tersebut," katanya.
Ia menambahkan konflik kedua dimana harimau mendatangi warga Matua Katiak, Nagari Matua Hilia, Kecamatan Matua sedang berada di sawahnya, Selasa (5/5).
BKSDA Sumbar melakukan penanganan berupa memantau keberadaan di lokasi pada malam hari dan memasang kamera treap di beberapa tempat.
Konflik ke tiga laporan kemunculan harimau di Aia Taganang, Matua Hilia, Kecamatan Matua, Kamis (7/5) dan petugas ke lokasi untuk verifikasi lapangan.
"Harimau di Taruyan, Matua Katiak dan Aia Taganang diduga satu individu, karena jarak hanya sekitar lima kilometer dari konflik sebelumnya," katanya.
Selanjutnya konflik di Padang Pulau, Gumarang 1, Nagari Tigo Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan, Minggu (10/5), setelah anak kerbau berkelamin betina diserang harimau sumatra.
Anak kerbau ini mengalami luka pada bagian pahan kanan belakang dan anak kerbau tersebut mati, Senin (11/5) sore.
"Kita belum dapat menduga harimau di Gumarang satu individu dengan Kecamatan Matur. Petugas sudah ke lokasi untuk melakukan penanganan usai mendapatkan laporan dari pemerintah nagari, Senin. (11/5)," katanya.
BKSDA Sumbar melakukan penanganan konflik tersebut bersama Patroli Anak Nagari (Pagari) Baringin dan Pagari Salareh Aia.
Ia mengimbau warga tetap meningkatkan kewaspadaan saat berada di kebun dengan cara tidak sendirian ke kebun, melakukan aktivitas di kebun dari pukul 09.00-16.00 WIB, mengandangkan ternak sekitar rumah agar aman dari serangan harimau.
Pewarta: Yusrizal
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
