Padang (ANTARA) - Arus lalu lintas dari arah Kota Padang menuju Kabupaten Pesisir Selatan, Sumbar terputus akibat longsor yang terjadi di daerah Kecamatan Bungus Teluk Kabung, tepatnya di Bukit Lampu, masih dalam wilayah Kota Padang, "Material tanah longsor yang menutup badang jalan mengakibat arus lalu lintas Padang - Painan (ibu kota Pesisir Selatan) terputus," kata Manejer Pusdalop Penanggulangan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar Ade Edward, di Padang, Sabtu (3/11). Menurut dia, dua alat berat milik Dinas Pekerjaan Umum dikerahkan untuk mengangkat material tanah longsor yang menimbun badan jalan. "Saat ini alat berat sedang bekerja untuk membuka akses jalan yang tertimbun tanah longsor tersebut," kata Ade yang dihubungi pukul 18.00 WIB. Proses pembersihan material tanah longsor itu kata dia menjadi prioritas, agar arus lalu lintas kendaraan kembali normal. "Kita yakin Sabtu malam ini kendaraan sudah bisa kembali normal, alat berat sedang membersihkan material tanah yang menimbun badan jalan," kata Ade Edwar. Dia mengatakan, agar tidak terjadi kemacetan panjang yang berada di ruas jalan itu, pihak kepolisian mengatur arus lalu lintas Padang - Painan. "Pihak kepolisian membuat sistem buka tutup agar di ruas jalan Padang - Painan tidak terjadi kemacetan panjang," katanya. Menurut dia, ruas jalan Padang - Painan sangat rawan terjadi tanah longsor, tepatnya di daerah Bungus Kecamatan Bungus Teluk Kabung (Bungtekab) Kota Padang. "Di daerah Bungus beberapa titik pada bukit sepanjang jalan banyak keretakan akibat gempa yang sering terjadi, sehingga tanah di daerah itu dalam kondisi labil, apalagi saat hujan lebat menggyur sangat rawan terjadinya tanah longsor," katanya. Tanah longsor tidak saja terjadi di daerah Bungus tambah Ade Edwar, bencana tanah longsor juga terjadi di daerah Seberang Padang, Kecamatan Padang Selatan. "Dalam peristiwa tanah longsor itu tidak menimbulkan korban jiwa," kata Ade Edwar. Ade Edwar mengimbau, pengguna jalan agar berhati-hati jika hujan lebat mengguyur, bencana tanah longsor selalu mengancam pengguna jalan. (*/der/wij)