Sumsel Alami Kemarau Basah
Sabtu, 1 Juni 2013 12:24 WIB
Palembang, (Antara) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Sumatera Selatan memprakirakan pada awal Juni 2013 provinsi ini mulai memasuki musim kemarau, tapi masih terdapat cukup banyak hujan sehingga sering disebut kemarau basah.
"Kemarau basah disebabkan terjadi fenomena la nina lemah dan dipole mode negatif serta hangatnya temperatur perairan Indonesia yang menyebabkan masih tersedianya uap air," kata Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Klimatologi Kenten BMKG Sumsel Indra Purnama di Palembang, Sabtu.
Menurutnya, dalam kondisi kemarau basah tahun ini, kemungkinan terjadi titik api atau "hot spot" kecil, namun harus tetap diwaspadai.
Dengan kewaspadaan yang tinggi diharapkan pada musim kemarau tahun ini bisa dihindari atau paling tidak diminilasir timbulnya masalah kebakaran hutan dan lahan pertanian atau perkebunan serta kabut asap seperti 2012, katanya.
Dijelaskannya, musim kemarau pada awal Juni 2013 di provinsi berpenduduk sekitar 8,5 juta jiwa ini, sesuai dengan masa musimnya atau masih tergolong normal.
Dalam kondisi awal kemarau basah sekarang ini, secara umum kondisi cuaca di 15 kabupaten/kota berawan hingga berpotensi hujan sedang diserta angin kencang.
Hujan diserta angin kencang berpeluang turun di wilayah Sumsel dengan karakter secara tiba-tiba dengan sebarannya tidak merata atau hujan lokal.
Melihat kondisi cuaca tersebut masyarakat diimbau untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya berbagai bencana akibat peralihan musim dari penghujan memasuki musim kemarau terutama bencana angin puting beliung yang beberapa hari terakhir melanda masyarakat sejumlah desa di Kota Pagaralam dan Kabupaten Muara Enim, ujar Indra. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Harga emas UBS dan Galeri 24 di Pegadaian alami penurunan harga Sabtu (07/03/2026) hari ini
07 March 2026 7:52 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018