Pemerintah Israel Terpecah dalam Masalah Perdamaian
Kamis, 23 Mei 2013 14:28 WIB
Jerusalem, (Antara/AFP) - Pemerintah Israel terpecah mengenai masalah perdamaian dengan Palestina, kata perunding dan Menteri Kehakiman Tzipi Livni pada Kamis menjelang pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry.
"Ada perbedaan ideologi di jantung pemerintah," kata Livni kepada radio publik.
Mengulur-ulur proses perdamaian sejak September 2010 "hanya melayani kepentingan mereka untuk berpikir bahwa setiap harinya (tanpa perjanjian damai) memungkinkan mereka untuk membangun rumah baru," katanya, mengacu pada pemukiman Yahudi yang dibangun di wilayah Palestina yang diduduki, isu utama yang mencegah kembali ke perundingan.
"Tetapi ini bukan posisi mayoritas penduduk Israel," katanya
menambahkan.
Pernyataan Livni datang beberapa jam menjelang pertemuan dengan Kerry, yang tiba di Israel pada Kamis untuk mendorong dimulainya kembali pembicaraan, pada kunjungan keempat ke kawasan sejak menjabat pada Februari.
Kerry bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Presiden Shimon Peres dan akan melakukan perjalanan ke Ramallah untuk bertemu dengan Presiden Palestina Mahmud Abbas.
Pemerintahan koalisi Israel, dipimpin oleh partai Netanyahu, Likud, juga termasuk sayap kanan nasionalis Jewish Home dan sentris Yesh Atid, yang menentang konsesi pembangunan pemukiman, yang penghentiannya merupakan prasyarat bagi Palestina untuk melakukan pembicaraan damai. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Laga kualifikasi Piala Dunia 2026 Italia vs Israel diwarnai bentrokan demonstran pro-Palestina
15 October 2025 11:43 WIB
Benarkah dugaan 2 eks tentara Israel kelola vila di Bali? Imigrasi lakukan cek
06 August 2025 22:37 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018