Pakistan Berusaha Cegah Gerilyawan Peroleh "Sim Card"
Jumat, 2 November 2012 7:39 WIB
Islamabad, (ANTARA/Xinhua-OANA) - Presiden Pakistan Asif Ali Zardari, Kamis (1/11), meminta pemerintah menyusun rencana agar "sim card" tak dikirim ke toko pengecer dan gerai perusahaan telepon genggam.
Zardari secara serius memperhatikan penggunaan telepon genggam oleh gerilyawan dan penjahat. Presiden Pakistan itu, sewaktu memimpin pertemuan di Kota Pelabuhan Karachi mengenai hukum dan situasi keamanan, juga mengeluarkan instruksi bahwa "sim card" telepon genggam dikirim ke alamat pemohon sebagaimana disebutkan di Kartu Identitas Nasional yang Dikomputerisasi, kata juru bicara pemerintah.
Presiden Pakistan tersebut menginstruksikan Menteri Dalam Negeri untuk menyusun rancangan kebijakan mengenai itu untuk disetujui oleh kabinet, kata Juru Bicara Senator Farhatullah Babar setelah pertemuan tersebut sebagaimana dilaporkan Xinhua --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Jumat pagi.
Kementerian Dalam Negeri menyatakan gerilyawan dan gerombolan penjahat secara rutin menggunakan "sim card" palsu telepon genggam mereka untuk melakukan kontak guna melancarkan serangan dan aksi kejahatan.
Pemerintah untuk sementara telah memblokir layanan telepon genggam di 13 kota besar utama pada hari pertama Idul Adha, akhir pekan lalu, karena adanya ancaman serangan.
Para pejabat mengatakan jutaan "sim card" palsu masih digunakan oleh rakyat dan gerilyawan yang memanfaatkan kelemahan sistem untuk memperoleh "sim card" dari gerai tak resmi di seluruh negeri tersebut. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Percepat perizinan berusaha, Menteri Nusron usulkan akselerasi digitalisasi 300 RDTR di 2026
23 September 2025 14:04 WIB
Bupati Rusma Yul Anwar buka Bimtek Implementasi Perizinan Berusaha Berbasis Risiko bagi UMK
28 May 2024 12:18 WIB, 2024
Solok Selatan lakukan bimtek implementasi pengawasan perizinan berusaha
06 March 2024 13:58 WIB, 2024
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018