Mekkah, (ANTARA) - Petugas masih menemukan sejumlah koper jamaah melebihi berat maksimal 32 kilogram saat dilakukan penimbangan di Sektor 10, wilayah Bahutmah, Mekkah, Kamis menjelang pengiriman barang-barang itu dengan truk ke bandara Jeddah. "Padahal telah lama disosialisasikan melalui pengumuman di setiap tempat-tempat umum di sektor-sektor," kata Kepala Bidang Transportasi Haji Edayanti Dasriel. Ia mengemukakan itu didampingi Kepala Pusat Informasi dan Kehumasan Kementerian Agama Zubaidi yang meninjau proses penimbangan koper-koper haji asal Jawa Timur dan disaksikan sejumlah pemiliknya. Setelah ditimbang di lobi pondokan, koper-koper yang beratnya 32 ke bawah langsung dinaikkan petugas ke truk yang telah parkir di depan tangga rumah. Sedangkan koper yang melebihi 32 kilogram ditulis berat aslinya dan disisihkan ke tempat tertentu guna dibongkar dan dikurangi isinya oleh para pemilik. Pada kertas pengumuman yang ditempel di samping pintu lift gedung pondokan, tertera bahwa barang yang dilarang dimasukkan bagasi antara lain air zam-zam dan berat bagasi tidak diperkenankan melebihi 32 kilogram. Selanjutnya, tentengan yang akan dibawa ke kabin pesawat hanya diizinkan seberat tujuh kilogram. Ke kabin dilarang membawa barang-barang berbahaya seperti senjata tajam dan senjata api. "Lihat, walaupun telah dilakukan sosialisasi, tetapi tetap juga masih banyak koper melebihi berat maksimal," kata Edayanti menunjuk ke koper-koper yang dipinggirkan dengan tulisan angka 47, 38, dan 37 yang menandakan berat koper itu mencapai angka tertulis dan harus dikurangi isinya sebelum dimasukkan ke dalam truk terbuka yang telah menunggu. Para pemilik koper akhirnya membuka koper-koper yang telah disisihkan dan mengeluarkan sejumlah isinya berupa bungkusan kurma dan kacang yang menyebabkan koper-koper tersebut 'overweight'. "Lebih bagus di sini dikeluarkan daripada di bandara ketahuan maka barangnya akan ditinggal begitu saja sehingga urusannya menjadi rumit. Kalau di sini kan masih bisa dipaketkan kalau memang sangat diperlukan atau dilakukan seleksi ulang atau dititip teman yang barangnya kurang dari berat maksimal," demikian Edayanti. (*/jno)