Filipina akan Tarik Tentaranya dari Golan
Jumat, 10 Mei 2013 11:52 WIB
Manila, (Antara/AFP) - Menteri Luar Negeri Filipina Albert
del Rosario Jumat mengatakan ia ingin menarik keluar semua pasukan penjaga perdamaian Filipina dari Dataran Tinggi Golan sesegera mungkin, setelah terjadi penculikan empat tentaranya.
Del Rosario mengatakan ia akan membuat rekomendasi kepada Presiden Benigno Aquino untuk menarik lebih dari 300 tentara Filipina, dan itu terserah kepadanya untuk membuat keputusan.
"Begitu dia mengatakan boleh, kami akan melakukan penarikan tersebut secepat mungkin," kata del Rosario kepada wartawan.
Pemberontak Suriah menangkap empat prajurit penjaga perdamaian Filipina di sebuah pos pengamatan di Dataran Tinggi Golan pada Selasa, hanya dua bulan setelah 21 tentara Filipina lainnya diculik oleh kelompok yang sama selama empat hari.
"Orang-orang yang diculik adalah anggota pasukan penjaga perdamaian kami yang benar-benar dikepung dan mereka menggunakan orang-orang kami agar mereka bisa keluar dari situasi yang mereka temui. Dan hal itu bukan untuk kami," kata del Rosario.
"Kami tidak ingin mengekspos orang-orang kami lebih jauh, lebih dari itu yang kita perlukan."
Del Rosario mengatakan ia mengerti biasanya diperlukan waktu tiga bulan untuk menarik pasukan dari misi penjaga perdamaian PBB.
"Tetapi dalam situasi, di mana orang berada dalam bahaya, jelas kami orang dalam bahaya, dan kita dapat berupaya untuk mendapatkan ... (izin) PBB untuk membebaskan mereka sebelumnya jika itu mungkin," katanya.
Pasukan Pengamat Perdamaian PBB (UNDOF) telah memantau gencatan senjata di Dataran Tinggi Golan antara Israel dan Suriah sejak tahun 1974.
UNDOF memiliki sekitar 1.000 tentara penjaga perdamaian dan staf sipil dari Austria, India, Maroko, Moldova, dan Filipina.
Del Rosario mengatakan ada sekitar 340 tentara Filipina yang bettugas di pasukan penjaga perdamaian PBB.
Kelompok pemberontak Suriah, yang menyebut dirinya "Brigade Martir Yarmuk", mengatakan pihaknya menahan pasukan penjaga perdamaian itu "untuk keselamatan mereka sendiri".
Pada Rabu, PBB menarik semua pasukan penjaga perdamaian dari pos pengamatan di zona Al Jamlah di mana empat warga Filipina diculik.
"Mengingat situasi keamanan yang berkembang, pasukan penjaga perdamaian telah dipindahkan dari posisi mereka," kata juru bicara PBB Martin Nesirky.
"UNDOF beroperasi di daerah sangat berbahaya dan lingkungan yang tidak biasa," tambahnya.
Namun Nesirky mengatakan tidak ada indikasi bahwa para pemberontak telah dirugikan orang-orang Filipina yang diculik.
"Upaya-upaya masih berlangsung untuk menjamin pembebasan mereka," katanya.
Menlu Del Rosario mengatakan ia tidak melakukan pembaruan mengenai perundingan dengan para pemberontak.
Nesirky mengatakan pada Rabu ia belum mendengar tentang adanya negara yang berusaha untuk menarik diri dari misi itu. Langkah-langkah keamanan sudah ditingkatkan setelah penculikan Maret dan banyak patroli dibatasi. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Resmi perpanjang kontrak, Thomas Tuchel akan terus latih Inggris hingga 2028
13 February 2026 4:41 WIB
Persita dalam bidikan Semen Padang FC yang akan buktikan kekuatan di kandang
04 February 2026 14:13 WIB
Pemprov Sumbar Akan prioritaskan ke Daerah Terdampak Bencana pada Kegiatan Safari Ramadhan Tahun 2026
02 February 2026 15:31 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018