Sebanyak 47 TKI Deportasi Menderita Sakit
Jumat, 10 Mei 2013 7:15 WIB
Nunukan, (Antara) - Sebanyak 47 orang dari 141 tenaga kerja Indonesia (TKI) yang dideportasi Pemerintah Kerajaan Malaysia melalui Pelabuhan Internasional Tunon Taka Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara, Kamis (9/5), mendapatkan perawatan dari petugas Kesehatan Pelabuhan karena sakit.
Arman, perawat Kantor Kesehatan Pelabuhan Tunon Taka Kabupaten Nunukan di Nunukan, Jumat, menjelaskan, dari 47 TKI deportasi yang telah mendapatkan perawatan sekitar 95 persen karena gatal-gatal dan selebihnya demam dan batuk.
Ia mengatakan, penyakit gatal-gatal yang dialami para TKI deportasi itu mulai dialami pada saat berada dalam penampungan (tahanan) akibat kondisi air yang kotor dan diduga berasal dari pembuangan limbah industri.
"Pada umumnya mengalami sakit gatal-gatal. Hanya sebagian kecil yang menderiat demam dan batuk. Penyakit gatal-gatal yang dialami para TKI itu karena air mandi yang kotor yang katanya dari limbah industri," terang Arman.
Kepada TKI deportasi yang mengalami sakit tersebut, dia mengatakan telah memberikan pertolongan pertama dengan memeriksa sesuai keluhannya dan memberikan obat.
Sementara bagi TKI deportasi yang menderita sakit demam, kata Arman dialami pada saat dalam perjalanan dari Kota Kinabalu menuju Tawau.
Ia mengungkapkan pula bahwa TKI deportasi yang mengeluh sakit tidak ada yang tidak bisa diatasi karena jenis penyakit yang dialaminya masih tergolong ringan.
"Tidak ada yang mengalami sakit parah dan kami masih bisa menanganinya dengan memberikan obat sesuai keluhan mereka," katanya. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Harga emas Antam naik Rp6.000 menjadi Rp2,47 juta/gram, hari ini Rabu (17/12/2025)
17 December 2025 10:04 WIB
47 PLTS diresmikan Presiden, 5.383 rumah tangga di wilayah 3T kini nikmati listrik bersih
01 July 2025 12:54 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018