Disnak Sumbar Salurkan 3.042 Sapi ke Petani
Kamis, 9 Mei 2013 18:10 WIB
Sapi. (Antara)
Padang, (Antara) - Dinas Peternakan Sumatera Barat menyalurkan sebanyak 3.042 ekor sapi kepada kelompok petani yang bersumber dari APBD dan APBN pada 2013 untuk meningkatkan populasi ternak di provinsi itu.
"Penyaluran sapi dan ternak lainnya kepada kelompok tani itu juga sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan petani di Sumbar," kata Kepala Dinas Peternakan Sumbar Erinaldi di Padang, Kamis.
Ia menjelaskan, jumlah sapi yang pembiayaannya bersumber dari APBD sebanyak 1.564 ekor, pendistribusiannya dalam program Gerakan Penyejahteraan Petani (GPP) sebanyak 660 ekor dan Satu Petani Satu Sapi (SPSS) 308 ekor.
Selain itu, untuk program Gerakan Penyejahteraan Ekonomi Masyarakat Pesisir (Gepem) 154 ekor, serta ada juga sapi perah 25 ekor, untuk aspirasi anggota legislatif 416 ekor, bibit sapi pesisir 26 ekor, serta kerbau lima ekor dan kambing 1.710 ekor.
Ia mengatakan, sapi yang pembiayaannya bersumber dari APBN sebanyak 1.478 ekor yang diberikan kepada kelompok tani dalam sejumlah program tersebut.
Bantuan ternak dari pemerintah pusat tahun ini, kata dia, termasuk kerbau sebanyak 552 ekor, babi 46 ekor, unggas jenis puyuh 4.000 ekor, ayam 3.000 ekor, dan kelinci 13 ekor.
"Juga ada induk kambing 64 ekor, itik 2.400 ekor, DOC (day old chicken) 6.250 ekor dan DOD (day old duck) berjumlah 5.000 ekor," katanya.
Erninaldi mengatakan, penentuan kelompok tani yang berhak menerima berdasarkan usulan dari kabupaten dan kota yang direkomendasikan instansi terkait.
"Sedangkan proses akhir untuk penentuan kelompok tani oleh Dinas Petanian kalau yang berkaitan dengan SPSS dan GPP, sedangkan untuk program Gepem oleh Dinas Kelautan dan Perikanan, baru proses selanjutnya Disnak yang menyalurkan," katanya.
Bantuan sapi untuk kelompok tani tahun ini sudah tersalurkan sekitar 75 persen. Petani yang menerima diminta memelihara dengan benar dan jangan sampai ada yang dijual," katanya.
Populasi ternak sapi dan kerbau Sumbar saat ini baru sekitar 500 ribu ekor, sedangkan potensi lahan untuk pengembangan cukup besar, karena itu masyarakat didorong beternak termasuk mengintegrasikannya dengan perkebunan kelapa sawit. (*/sir/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemprov Sumbar bersama Pemkab Pasaman Barat resmikan jembatan menuju Pelabuhan Teluk Tapang
13 February 2026 20:30 WIB
Pemerintah pusat bantu perbaikan tiga rumah di Pariaman terdampak bencana hidrometeorologi
13 February 2026 18:22 WIB
65 Kepala Sekolah di Sumbar dilantik, Gubernur titip pembentukan karakter generasi masa depan
13 February 2026 17:47 WIB
KAI Divre II Sumbar Sediakan 31.168 Tempat Duduk untuk Libur Tahun Baru Imlek
13 February 2026 12:02 WIB