Singapura, (Antara/Xinhua-0ANA) - Pemerintah Singapura pada Ahad menyatakan menyambut hangat kesediaan Jepang untuk bergabung dengan perundingan-perundingan Kemitraan Trans-Pasifik (TPP), satu perjanjian perdagangan bebas ambisius namun kontroversial dengan standar ketat yang hanya mencakup perdagangan dan investasi. "Kami yakin bahwa Jepang akan menjadi mitra berharga dalam pengembangan perjanjian berkualitas tinggi untuk memacu pertumbuhan ekonomi di wilayah Asia-Pasifik," kata Departemen Luar Negeri Singapura dalam satu pernyataan. "Dengan masuknya Jepang, keanggotaan TPP telah diperluas menjadi 12 negara yang mewakili hampir 40 persen dari ekonomi global dan sepertiga dari perdagangan dunia," tambahnya. Singapura secara konsisten dan kuat menyatakan dukungannya kepada partisipasi awal Jepang dalam perundingan TPP, katanya. Jepang akan bergabung dengan Australia, Brunei, Chili, Malaysia, Selandia Baru, Peru, Singapura, Amerika Serikat, Vietnam, Kanada dan Meksiko dalam pembicaraan atas TPP. Singapura mengatakan TPP memimpikan sebagai suatu perjanjian inklusif yang akan mengarah ke area perdagangan bebas Asia-Pasifik. Para pengulas mengatakan perundingan=perundingan sedang dilakukan secara rahasia dan termasuk klausul negara-investor yang akan memungkinkan perusahaan-perusahaan multi-nasional besar untuk menghalangi pemerintah yang berdaulat lewat undang-undang atau perubahan peraturan, seperti kontrol tembakau untuk melindungi kesehatan masyarakat atau pengawasan lingkungan atau pertambangan. Perjanjian TPP saat ini antara Brunei, Chile, Singapura dan Selandia Baru mulai berlaku pada tahun 2006, tetapi Amerika Serikat, Australia, Peru, Vietnam, Malaysia, Kanada dan Mexico telah bergabung dengan perundingan-perundingan untuk memperluas perjanjian. (*/jno)