Brazil Peringatkan Mengenai "Campur Tangan Asing" di Venezuela
Minggu, 21 April 2013 13:29 WIB
Sao Paulo, (Antara/AFP) - Brazil, Sabtu, memperingatkan terhadap "campur tangan asing" dalam urusan politik Venezuela, beberapa hari setelah Amerika Serikat mengatakan Washington tidak siap untuk mengakui hasil akhir pemilihan umum pekan lalu.
Dalam sebuah wawancara dengan media resmi Brazil yang diterbitkan pada Sabtu, Menteri Luar Negeri Antonio Patriota mengemukakan pernyataan terselubung merujuk pada Amerika Serikat dan badan-badan internasional yang belum secara resmi mengakui kemenangan Presiden kiri Venezuela Nicolas Maduro dalam pemilihan umum.
Kemenangan Maduro untuk menggantikan Hugo Chavez telah memicu protes di Venezuela yang mana tokoh oposisi mengklaim adanya kecurangan dalam pemungutan suara.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry dan Uni Eropa telah menyerukan penghitungan ulang surat suara. Namun Patriota tampaknya merujuk pada Amerika Serikat dan Uni Eropa ketika ditanya tentang Venezuela.
"Era campur tangan kekuatan dari belahan atau daerah lain sudah usang dan saya berharap itu tidak akan terjadi kembali," kata Patriota.
Pada Jumat, Presiden Brasil Dilma Rousseff bergabung dengan para pemimpin regional lainnya di Caracas untuk menghadiri acara pelantikan Maduro.
"Kami memiliki kepercayaan terhadap institusi Venezuela ... Yang penting bagi masyarakat Venezuela adalah mencari rekonsiliasi karena ada banyak tantangan meskipun kemajuan yang dicapai dalam beberapa tahun terakhir," kata Patriota. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018