Presiden Mesir akan Segera Rombak Kabinet
Minggu, 21 April 2013 6:40 WIB
Kairo, (Antara/AFP) - Presiden Mesir Mohamed Moursi, Sabtu, mengatakan, akan "segera" mengumumkan perombakan kabinet, tetapi tidak mungkin memenuhi tuntutan oposisi guna perbaikan pemerintah.
Moursi, di bawah tekanan kuat dari pihak oposisi untuk memecat Perdana Menteri Hisham Qandil, mengatakan: "Akan ada perubahan menteri segera dan mereka akan mempengaruhi beberapa kementerian," kata kantor berita resmi MENA.
Kantor berita itu mengutip petikan wawancara Moursi yang diberikan kepada saluran berita Al-Jazeera yang berbasis di Qatar yang disiarkan pada 18.05 GMT.
Moursi membantah reshuffle diputuskan di bawah tekanan dari pihak oposisi.
"Tujuannya adalah untuk mencapai kesejahteraan umum di lapangan, mengingat perubahan yang kita lihat," kata MENA mengutip pernyataannya.
Seorang pembantu senior presiden sebelumnya mengatakan Moursi bisa mengumumkan perubahan pada akhirpekan, yang di Mesir jatuh pada hari Kamis.
"Akan ada enam sampai delapan menteri yang diganti, dan perubahan luas di antara para gubernur," katanya.
"Para menteri yang akan terkena dampak termasuk beberapa yang penting," katanya menambahkan.
"Saya tidak bisa menyebutkan mereka karena, seperti yang Anda tahu, ini adalah sensitif dan penting."
Moursi telah berulang kali menyatakan keyakinannya di Qandil, bahwa ia akan melakukan pemecatan seperti yang dituntut oleh satu kelompok koalisi oposisi sebagai syarat untuk menjatuhkan
pemboikotan pemilihan parlemen, yang mungkin akan diadakan pada musim gugur. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mesir melangkah ke semifinal Piala Afrika 2025 setelah tumbangkan Pantai Gading 3-2
11 January 2026 6:29 WIB
Lima pelajar asal Pariaman lanjutkan pendidikan tinggi ke Mesir dan Arab Saudi
12 September 2025 16:54 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018