Kinshasa, (Antara/AFP) - Kelompok pemberontak di Republik Demokratik Kongo, M23, pada Jumat memperingatkan bahwa mereka akan membalas jika diserang penjaga perdamaian, yang baru-baru ini disetujui dikirm PBB ke kawasan bergolak bagian baratdaya negara itu untuk melucuti senjata pemberontak. "Kami, sebagai M23, tidak memiliki hak menyerang kontingen PBB," kata juru bicara Vianney Kazarama, "Tapi, jika mereka menyerang kami, kami memiliki hak bereaksi, membalas ... untuk membela diri." Pada akhir Maret, Dewan Keamanan PBB dengan suara bulat menyetujui pembentukan brigade tersebut yang beranggotakan lebih dari 2.500 tentara dengan mandat untuk melakukan "operasi ofensif terhadap sasaran tertentu" yaitu melawan pemberontak di bagian timur DR Kongo, daerah kaya mineral yang telah dicengkeram oleh konflik selama lebih dari dua dasawarsa. Itu adalah untuk pertama kalinya pasukan penjaga perdamaian PBB telah diberi mandat untuk melakukan operasi ofensif. Beberapa hari setelah keputusan PBB, pemimpin politik M23 Bertrand Bisimwa mengecam keputusan itu. Alih-alih "mendorong solusi politik dengan mendukung negosiasi politik ... PBB telah memilih untuk berperang melawan salah satu mitranya untuk perdamaian, "katanya dalam sebuah pernyataan. (*/wij)