Oposisisi Suriah Kecam Satuan Pemberontak Atas Penyiksaan
Rabu, 10 April 2013 17:52 WIB
Beirut, (Antara/Reuters) - Organisasi pro-oposisi Suriah
Observatorium Hak Asasi Manusia pada Selasa, mengecam batalyon pemberontak, yang dinyatakannya menyiksa dan memeras warga di kawasan Suriah utara, kota Aleppo.
Penyiksaan, penculikan dan pembunuhan menjadi peristiwa harian
unjukrasa Suriah, yang berubah menjadi perang saudara.
Tapi, Observatorium itu, kelompok berkantor di Inggris dengan jaringan pegiat di Suriah, mengatakan merasa terdorong menyebutkan satuan di Aleppo, Brigade Rakyat Merdeka Suriah (Ahrar Suriya), setelah mengumpulkan sejumlah besar keterangan saksi, yang menyebutkan sering terjadi penahanan dan penyiksaan.
"Insiden ini semakin umum terjadi di kedua belah pihak. Banyak dari orang-orang ini adalah rakyat sipil, bukan pejuang. Insiden seperti ini menurunkan citra revolusi yang dimulai oleh rakyat," kata Rami Abdelrahman, kepala Observatorium, dalam wawancara telepon.
Abdelrahman mengirimkan melalui surat elektronik sebuah gambar seorang pria yang katanya disiksa oleh kelompok itu. Kedua kaki pria itu merah dan kulitnya robek terbuka di beberapa tempat. Punggungnya dipenuhi oleh luka terbuka bekas pukulan.
Pria itu mengatakan kepada Observatorium ia telah menderita luka-luka saat ditahan selama tiga hari.
Penduduk lain mengatakan kepada kelompok itu bahwa unit yang sama Ahrar Suriya, yang beroperasi di dekat distrik yang dikuasai pemerintah, Achrafieh, telah memaksa penduduk setempat untuk membayar uang perlindungan.
Observatorium mengatakan pengungsi serta warga diperas untuk uang.
Lebih dari 70 ribu orang telah tewas dalam pemberontakan
terhadap Presiden Bashar al-Assad yang dimulai sebagai aksi protes damai namun telah berubah menjadi perang saudara.
PBB mengatakan kedua belah pihak telah melakukan pelanggaran hak asasi manusia, meskipun mengatakan lebih banyak dokumentasi yang melibatkan pasukan Assad. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Arab Saudi dan Qatar kecam keputusan Israel soal Dataran Tinggi Golan
16 December 2024 9:11 WIB, 2024
Ribuan warga Lebanon melarikan diri ke Suriah di tengah serbuan Israel
29 September 2024 5:52 WIB, 2024
Hokky Caraka akui stamina timnas U-20 sempat menurun saat melawan Suriah
06 March 2023 6:26 WIB, 2023
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018