BI: Belum Ada Alasan Perubahan BI Rate
Senin, 8 April 2013 20:30 WIB
Jakarta, (Antara) - Asisten Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, sampai saat ini BI belum melihat adanya alasan untuk perubahan BI rate atau suku bunga BI sebesar 5,75 persen karena inflasi dinilai masih dalam batas kisaran yang ditetapkan BI.
"Kita sejauh ini belum melihat bahwa kebijakan BI rate ada alasan untuk perubahan," kata Perry Warjiyo seusai rapat dengar pendapat tentang suku bunga dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin.
Perry memprediksikan inflasi hingga akhir tahun sebesar 5,3 persen yang berarti angka tersebut masih dalam batas kisaran inflasi yang ditetapkan 3,5 - 5,5 persen.
Selain itu, lanjut Perry, kendati inflasi mengalami kenaikan dalam beberapa bulan terakhir yang disebabkan kenaikan harga pangan namun dampaknya bersifat temporer atau sementara.
"Terkait masalah perdagangan, masalah izin importir, kami melihat pemerintah sedang serius menangani ini. Kemungkinan besar tekanan-tekanan inflasi bulan per bulannya akan menurun," ujarnya.
Perry menambahkan, inflasi inti di Indonesia juga masih relatif rendah yakni sebesar 4,21 persen.
"Inflasi inti itu adalah inflasi yang betul-betul fundamental, sementara inflasi bahan pangan itu kan gejala temporer," kata Perry.
BI rate akan diputuskan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada Kamis (11/4) mendatang. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab: Dana transfer akhir tahun belum tertampung di APBD 2025 Pasbar sebabkan sisa kas besar
27 January 2026 6:22 WIB
Adu tinju guru dan siswa di Jambi belum tuntas, berujung saling lapor ke polisi
20 January 2026 13:01 WIB