Guru-Guru AS Belajar Batik
Sabtu, 6 April 2013 7:01 WIB
Batik. (Antara)
New York, (Antara) - Sebanyak 30 guru seni dari sekolah menengah atas, menengah pertama dan sekolah dasar di Amerika Serikat mengikuti pelatihan tentang batik yang diberikan Kedutaan Besar RI di Washington DC, awal pekan ini.
Menurut informasi yang diterima Antara dari KBRI Washington, Sabtu, pelatihan "Indonesian Batik Workshop for Art Teachers" yang berlangsung dua hari itu mengajarkan peserta tentang teknik membatik tradisional Indonesia menggunakan canthing, cap, malam serta proses pewarnaan batik dengan pewarna alam.
Selain teknik, dalam sambutan yang disampaikannya melalui video, Duta Besar RI untuk Amerika Serikat Dino Patti Djalal juga menjelaskan hakikat batik bagi Indonesia, antara lain sebagai warisan dan bagian dari kekayaan budaya yang perlu dilestarikan bersama.
Batik Indonesia telah mendapat pengakuan dunia dan masuk dalam daftar "Intangible Cultural Heritage of Humanity" di UNESCO.
Meskipun berprofesi sebagai guru seni, sebagian besar peserta menyampaikan bahwa mereka belum mengetahui lebih dalam soal batik Indonesia dan seni membatik.
Pelatihan intensif selama dua hari itu, selain memperlihatkan cara membatik secara tradisional, juga mengajarkan teknik alternatif seni membatik dengan menggunakan terigu --untuk pengganti malam-- sebagai cara yang lebih aman dan lebih sederhana.
Dengan cara itu, guru-guru diharapkan dapat mengajarkan seni membatik kepada para siswa-siswi di sekolah dengan lebih mudah dan disesuaikan dengan kondisi di AS, termasuk dalam hal alternatif penggunaan malam yang ditenggarai kurang baik bagi kesehatan.
Proses pewarnaan dilakukan dengan cara menggunakan kuas dan tanpa proses celup sehingga menjadikan teknik ini lebih sederhana dan mudah diikuti oleh siswa, bahkan oleh siswa sekolah dasar.
Teknik alternatif tersebut, seperti yang dijelaskan KBRI Washington, diperkenalkan oleh instruktur batik Indonesia dari Montreal Kanada, Avy Loftus, dengan tema "Peace, Love and Hope".
Tema diambil dalam upaya mengurangi praktek 'bullying' (kekerasan) yang sering terjadi di sekolah-sekolah di AS maupun di Kanada.
Para peserta pelatihan juga dibekali dengan pengetahun terkait sejarah, arti dan macam-macam batik Indonesia dari berbagai daerah di Indonesia.
Setelah mengikuti pelatihan, kata KBRI Washington, para guru menyampaikan kekaguman mereka atas kekayaan budaya Indonesia dan tergerak untuk mengetahui dan mempelajari lebih jauh mengenai budaya Indonesia. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Adu tinju guru dan siswa di Jambi belum tuntas, berujung saling lapor ke polisi
20 January 2026 13:01 WIB
Sejalan dengan progul, Wawako Maigus Nasir nilai PORSEMA II dorong peningkatan kompetensi guru
15 January 2026 14:00 WIB
Prasetyo Hadi ungkap alasan Presiden Prabowo kumpulkan guru besar di Istana
15 January 2026 10:06 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018