Karakas, (Antara/Xinhua-OANA) - Sementara pemilihan presiden cuma tinggal dua pekan lagi, Penjabat Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengungguli pemimpin oposisi Henrique Capriles dengan selisi 20 persen dalam jajak pendapat paling akhir. Menurut hasil angket yang disiarkan pada Senin (1/4) oleh perusahaan jajak pendapat lokal Hinterlaces, Maduro --pewaris politik mendiang presiden Hugo Chavez-- meraih 55 persen suara sedang Capriles, yang dikalahkan oleh Chavez dalam pemilihan umum tahun lalu, memperoleh 35 persen. Ketika ditanya mengenai proyeksi mengenai peluang menang kedua calon, 61 persen orang memilih Maduro dan hanya 22 persen menjatuhkan pilihan mereka pada Capriles. Survei itu, yang diselenggarakan pada Mei terhadap 1.100 orang di seluruh negeri tersebut, memiliki margin kekeliruan tiga persen, kata perusahaan jajak pendapat sebagaimana diberitakan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa siang. Perusahaan jajak pendapat resmi GIS XXI pada Senin menyiarkan hasil angket serupa, yang meramalkan Maduro akan menang dalam pemilihan umum dengan mengantungi 55,3 persen suara. Satu survei lain, yang juga diselenggarakan oleh Lembaga Venezuela bagi Analisis Data pada Maret, memperlihatkan 53,8 persen dari 1.200 responden akan memberi suara buat Maduro, dibandingkan dengan 30,8 persen yang memilih Capriles. Kampanye pemilihan presiden di Venezuela secara resmi dimulai pada Selasa. Maduro dijadwalkan memulai kampanyenya di Negara Bagian Barinas, tempat kelahiran Chavez, untuk menghormati mendiang pemimpin Venezuela tersebut. Sementara itu, Capriles direncakan meluncurkan kampanye di Maturin, Negara Bagian Monagas. (*/jno)