Sultan Kasepuhan Cirebon Ajak Masyarakat Hindari Amputasi
Jumat, 29 Maret 2013 22:36 WIB
Cirebon, (Antara) - Sultan Kasepuhan Cirebon P.R.A Arif Natadiningrat, S.E, Jumat, mengajak masyarakat menghindari amputasi selama luka tersebut masih bisa diobati.
Menurut dia, banyak masyarakat yang datang kerumah sakit divonis harus diamputasi akibat luka kecelakaan atau luka karena diabetes, padahal jika masih bisa hal tersebut dihindari.
Keprihatian Sultan Kasepuhan Cirebon didukung dengan diresmikannya Rumah Luka. Ia mengharapkan masyarakat dapat memanfaatkan Rumah Luka tersebut untuk berobat.
Sementara itu Direktur Rumah Luka Cirebon Junaedi, kepada wartawan di Cirebon, Jumat, mengatakan, vonis amputasi sebenarnya masih bisa dipertimbangkan untuk dilakukan perawatan luka hingga pasien sembuh normal.
Ia mengaku, bebera waktu lalu sekitar tujuh orang yang sudah divonis dokter harus amputasi diarahkan untuk mengikuti perawatan dan menyembuhan luka. Mereka terhindar dari amputasi tersebut.
Menurut dia, berdirinya Rumah Luka di Cirebon bisa membantu masyarakat yang menderita luka, seperti kecelakaan lalu lintas dan yang rutin terjadi akibat penyakit diabetes. Perawatan maksimal dengan tenaga ahli pemotongan bagian luka bisa dihindari. (*/wij)
Pewarta : 34
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sultan Kasepuhan Cirebon PRA Arief Natadiningrat wafat, dimakamkan di Astana Gunung Jati
22 July 2020 12:29 WIB, 2020
Jenazah Sultan Sepuh Cirebon tiba di rumah duka, dimakamkan usai Shalat Dzuhur
22 July 2020 12:26 WIB, 2020
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018