Korsel larang pengibaran bendera matahari terbit Jepang di Olimpiade 2020
Kamis, 12 September 2019 6:14 WIB
Web. Logo Olimpade dan Paralympic Tokyo 2020 (tokyo2020.org)
Jakarta, (ANTARA) - Kementerian Olahraga dan Pariwisata Korea Selatan mendesak Komite Olimpiade Internasional (IOC) untuk tidak mengibarkan bendera matahari terbit pada pagelaran Olimpiade 2020 Tokyo.
Menteri Olahraga dan Pariwisata Korea Selatan Park Yang-woo mengatakan bendera matahari terbit adalah bentuk imperialisme Jepang yang hanya akan mengingatkan pada luka dan sejarah masa lalu. Selain itu, bendera itu juga dinilai menentang semangat damai Olimpiade.
Yang-woo pun telah mengirim surat kepada IOC, pada Rabu, sebagai bentuk kekecewaan mereka atas keputusan panitia yang akan menampilkan bendera itu sepanjang perhelatan Olimpiade.
IOC mengkonfirmasi bahwa mereka telah menerima surat tersebut.
“Seperti yang telah kami sampaikan sebelumnya bahwa sebuah stadium olahraga harus terbebas dari segala macam bentuk kepentingan politik,” kata panitia IOC seperti dikutip Reuters, Rabu.
“Apabila kekhawatiran muncul pada saat pertandingan berlangsung, kami akan melihatnya berdasarkan kasus per kasus,” katanya menambahkan.
Namun surat tersebut belum dapat balasan langsung dari pemerintahan Tokyo. Tetapi Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga mengatakan bahwa bendera tersebut lumrah digunakan dalam sebuah penyelenggaraan Olimpiade di Jepang. Mereka tidak menganggap pengibaran bendera itu sebagai praktik politik.
Kementerian Korea Selatan juga menyampaikan dalam suratnya bahwa Federasi Sepak Bola Internasional FIFA telah melarang penggunaan bendera tersebut. Pada tahun 2017, Asosiasi Sepak Bola Asia memberikan sanksi kepada Jepang karena menggunakan bendera matahari terbit selama Liga Champions AFC berlangsung. (*)
Menteri Olahraga dan Pariwisata Korea Selatan Park Yang-woo mengatakan bendera matahari terbit adalah bentuk imperialisme Jepang yang hanya akan mengingatkan pada luka dan sejarah masa lalu. Selain itu, bendera itu juga dinilai menentang semangat damai Olimpiade.
Yang-woo pun telah mengirim surat kepada IOC, pada Rabu, sebagai bentuk kekecewaan mereka atas keputusan panitia yang akan menampilkan bendera itu sepanjang perhelatan Olimpiade.
IOC mengkonfirmasi bahwa mereka telah menerima surat tersebut.
“Seperti yang telah kami sampaikan sebelumnya bahwa sebuah stadium olahraga harus terbebas dari segala macam bentuk kepentingan politik,” kata panitia IOC seperti dikutip Reuters, Rabu.
“Apabila kekhawatiran muncul pada saat pertandingan berlangsung, kami akan melihatnya berdasarkan kasus per kasus,” katanya menambahkan.
Namun surat tersebut belum dapat balasan langsung dari pemerintahan Tokyo. Tetapi Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga mengatakan bahwa bendera tersebut lumrah digunakan dalam sebuah penyelenggaraan Olimpiade di Jepang. Mereka tidak menganggap pengibaran bendera itu sebagai praktik politik.
Kementerian Korea Selatan juga menyampaikan dalam suratnya bahwa Federasi Sepak Bola Internasional FIFA telah melarang penggunaan bendera tersebut. Pada tahun 2017, Asosiasi Sepak Bola Asia memberikan sanksi kepada Jepang karena menggunakan bendera matahari terbit selama Liga Champions AFC berlangsung. (*)
Pewarta : Shofi Ayudiana
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Penyidik Kejari Pasbar serahkan tersangka beserta barang bukti Tipikor dan TPPU perkara RSUD 2018-2020 ke penuntut umum
04 October 2023 5:00 WIB, 2023
Kejari Tetapkan Mantan Ketua Baznas Pasaman 2016-2020, SYF sebagai Tersangka
11 September 2023 20:16 WIB, 2023
1.167 calon haji lunas tunda 2020 dan 2022 wajib selesaikan biaya haji
30 April 2023 17:57 WIB, 2023
Terpopuler - Olahraga
Lihat Juga
Klasemen BRI Super Legue pekan ke-21, Sabtu (14/2/2026), edisi tuan rumah kalah
14 February 2026 21:28 WIB
Klasemen BRI Super League pekan ke-21 Jumat (13/2/2026), Malut pepet Persija, Semen Padang tetap ke-16
13 February 2026 21:24 WIB
Malut United jamu Persijap Jumat (13/2/2026) dan pengaruhnya ke posisi Semen Padang FC
13 February 2026 17:36 WIB