Penyegaran, Tour de Singkarak 2019 gunakan logo baru
Rabu, 21 Agustus 2019 19:21 WIB
Logo TdS berubah. Atas merupakan logo lama yang digunakan sejak awal pelaksanaan hingga 2018. Bawah adalah logo baru yang mulai digunakan 2019. (ANTARA SUMBAR/ Ist)
Padang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melakukan sejumlah penyegaran terhadap pelaksanaan Tour de Singkarak (TdS) 2019, diantaranya perubahan rute dan logo yang digunakan.
"Logo TdS 2019 memang ada reposisi sedikit, sebagai penyegaran.Kita sudah konsultasikan ke Kementerian Pariwisata," kata Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Oni Yulfian di Padang, Rabu.
Perubahan logo Tour de Singkarak 2019 itu tidak terlalu signifikan. Simbol yang ditonjolkan tetap rumah gadang dan siluet pebalap, namun terlihat lebih fleksibel.
Perubahannya terlihat pada komposisi warna yang digunakan. Jika sebelumnya warna didominasi hitam terutama pada simbol rumah gadang, logo baru lebih dominan warna biru dan kuning.
Garis lengkung berwarna biru yang semula digoreskan di bawah siluet pebalap seolah menggambarkan jalan, dihilangkan pada logo yang baru, demikian juga warna hijau di logo lama yang tidak ada lagi pada logo yang baru.
Oni menyebut logo baru itu telah diluncurkan bersamaan dengan peluncuran tiga Wonder Event Sumbar pada 14 Agustus 2019 oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno.
Selain logo, rute pada 2019 juga lebih "segar" karena melibatkan dua kabupaten dan kota provinsi tetangga, Jambi. Dua daerah itu masing-masing Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci akan masuk pada stage 7 dan 8.
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Sumbar Hendri Agung Indrianto usai mendampingi tim teknis melakukan survei kedua untuk seluruh rute TdS 2019 menyebut, persiapan yang dilakukan daerah sudah menunjukkan "progress" yang baik.
Dua stage baru yang melibatkan provinsi tetangga justru menjadi salah satu yang paling siap.
"Logo TdS 2019 memang ada reposisi sedikit, sebagai penyegaran.Kita sudah konsultasikan ke Kementerian Pariwisata," kata Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Oni Yulfian di Padang, Rabu.
Perubahan logo Tour de Singkarak 2019 itu tidak terlalu signifikan. Simbol yang ditonjolkan tetap rumah gadang dan siluet pebalap, namun terlihat lebih fleksibel.
Perubahannya terlihat pada komposisi warna yang digunakan. Jika sebelumnya warna didominasi hitam terutama pada simbol rumah gadang, logo baru lebih dominan warna biru dan kuning.
Garis lengkung berwarna biru yang semula digoreskan di bawah siluet pebalap seolah menggambarkan jalan, dihilangkan pada logo yang baru, demikian juga warna hijau di logo lama yang tidak ada lagi pada logo yang baru.
Oni menyebut logo baru itu telah diluncurkan bersamaan dengan peluncuran tiga Wonder Event Sumbar pada 14 Agustus 2019 oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno.
Selain logo, rute pada 2019 juga lebih "segar" karena melibatkan dua kabupaten dan kota provinsi tetangga, Jambi. Dua daerah itu masing-masing Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci akan masuk pada stage 7 dan 8.
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Sumbar Hendri Agung Indrianto usai mendampingi tim teknis melakukan survei kedua untuk seluruh rute TdS 2019 menyebut, persiapan yang dilakukan daerah sudah menunjukkan "progress" yang baik.
Dua stage baru yang melibatkan provinsi tetangga justru menjadi salah satu yang paling siap.
Pewarta : Miko Elfisha
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Keterbasatan anggaran penyebab Tour de Singkarak tak kunjung digelar
07 January 2025 10:22 WIB, 2025
TdS 2021 dibatalkan karena pandemi COVID-19, ini kata Kepala Disparbud Pariaman
09 September 2021 16:35 WIB, 2021
Majelis Pertimbangan Kelitbangan Sumbar rekomendasikan TdS 2021 ditunda
27 August 2021 13:48 WIB, 2021
Tour de Singkarak digelar lagi di 2021, objek wisata ini terpilih tempat star etape I
20 August 2021 17:08 WIB, 2021