Peru Lacak Truk Pembawa Bahan Kimia Obat Terlarang Melalui Satelit
Jumat, 26 Oktober 2012 16:09 WIB
Lima, (ANTARA/AFP) - Peru, Kamis mulai menggunakan satelit untuk melacak truk-truk yang membawa bahan kimia yang dibeli secara sah namun dapat digunakan untuk membuat kokain.
Langkah itu, yang merupakan bagian dari pelaksanaan sejumlah undang-undang baru yang disetujui oleh pemerintahan Presiden Ollanta Humala untuk meningkatkan keamanan, merupakan pukulan besar terhadap perdagangan obat terlarang ilegal, kata Perdana Menteri Juan Jimenez.
Kendaraan-kendaran milik perusahaan yang berwenang untuk mengimpor bahan kimia secara sah harus memiliki sistem satelit pelacak GPS dan berjalan sesuai rute-rute yang telah disetujui oleh polisi, kata Jimenez kepada wartawan.
Polisi dan para pejabat kantor pajak negara itu akan memantau lokasi pengiriman bahan kimia tersebut, kata Jimenez.
Kokain diproduksi dengan merendam daun koka di kolam berisi minyak tanah, bensin dan sejumlah bahan kimia antara lain asam klorida dan amonia. Larutan daun itu kemudian disaring, dihaluskan dan dikristalkan.
Sekalipun PBB mengatakan Peru adalah produsen daun koka terbesar kedua di dunia setelah Kolombia, namun negara itu adalah produsen kokain terbesar dunia, berdasarkan data 2011 dari Badan Pengawasan Obat Terlarang (DEA) AS.
Koka tumbuh secara eksklusif di lereng timur pegunungan Andes, Amerika Selatan. Pemerintah Peru mengatakan bahwa penyelundup narkotika setempat bekerja sama dengan sisa-sisa dari kelompok Jalan Cemerlang Maois yang meneror negara itu di era 1980-an dan 1990-an. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Aplikasi mandiri Lawan COVID FC19S diluncurkan lacak corona, tinggal akses Google Playstore
18 May 2020 16:16 WIB, 2020
Penembakan oleh KKB marak, polisi lacak dugaan penyelundupan senpi dan amunisi ke Papua
13 January 2020 8:21 WIB, 2020
Konsumen Eropa marah karena Google lacak aktivitas jutaan penggunanya
27 November 2018 13:51 WIB, 2018
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018