Lubukbasung, Sumbar, (Antara) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyetujui pembangunan dua dari 12 unit shelter yang diajukan Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat sebagai tempat berlindung warga jika terjadi bencana tsunami. "Meskipun yang disetujui tidak mencapai separoh dari yang diajukan, namun kita tetap berterima kasih atas persetujuan pembangunan dua shelter ini," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam Bambang Warsito di Lubukbasung, Sabtu. Ia mengatakan, pembangunan dua unit shelter ini rencananya akan dilakukan di SMAN 1 Tanjung Mutiara dan di Trans Nagari Tiku Lima Jorong Kecamatan Tanjung Mutiara. Menurut dia, dua shelter yang akan dibangun dengan luas sekitar satu hektare untuk masing-masing shelter pada kawasan tersebut sangat tepat dan strategis. "Siswa dan masyarakat setempat bisa berlindung ke shelter itu apabila ada ancaman tsunami dan mereka tidak perlu terlalu panik karena langsung bisa menuju shelter," kata Bambang Warsito. Sebelumnya BPBD Kabupaten Agam mengusulkan pembangunan 12 shelter ke BNPB dengan biaya sekitar Rp54,1 miliar pada 7 September 2012. Ia merincikan ke 12 shelter tersebut rencananya berada di Jorong Subangsubang dengan biaya sekitar Rp3,1 miliar, Jorong Labuhan dengan biaya Rp3,1 miliar, Bukik Anak Aia Hitam dengan biaya sekitar Rp568.368.000. Sementara, Jorong Muaro Putuih dengan biaya sekitar Rp5,6 miliar, Jorong Masang dengan biaya sekitar Rp5,8 miliar, Jorong Ujung Labuah Timur dengan biaya sekitar Rp5,8 miliar, Jorong Pasia Paneh dengan biaya Rp3,1 miliar. Lalu, Jorong Pasia Tiku dengan biaya Rp5,8 miliar, Jorong Banda Gadang dengan biaya Rp5,6 miliar, Gasang Gadang perbatasan antara Agam dengan Padangpariaman dengan biaya Rp9,9 miliar dan Jorong Pasar Tiku dengan biaya Rp5,6 miliar. "Ukuran bangunan ini sekitar 24 x 24 meter dengan daya tampung sebanyak 2.500 jiwa dan tinggi bangunan 15 meter," tambahnya. Shalter ini untuk berlindung masyarakat pesisir pantai Kecamatan Tanjung Mutiara dengan jumlah 26.053 KK serta 22.081 orang. Ia menambahkan, BPBD Kabupaten Agam telah melakukan berbagai upaya dengan cara peningkatan kesiapsiagaan berupa simulasi gempa dan tsunami, penyusunan standar operasional prosedur (SOP) penanggulangan bencana, sosialisasi kebencanaan dan lainnya. (**/ari)