Jakarta, (Antara) - Direktur Jenderal Basis Industri Manufaktur Kementerian Perindustrian Panggah Susanto mengatakan industri Indonesia bisa tumbuh kuat bila kontribusinya terhadap produk domestik bruto mencapai 40 persen. "Kalau saya katakan kontribusi 40 persen (terhadap PDB) itu sangat wajar, saat ini kontribusi sektor non migas (industri dan jasa) terhadap PDB mencapai 20,8 persen," kata Panggah dalam seminar mengenai keterbukaan pipa akses untuk mendukung industri nasional di Jakarta, Rabu. Menurut Panggah, Indonesia bisa mencontoh Uni Emirat Arab yang meskipun kaya akan migas, 80 persen pendapatannya justru diperoleh dari industri dan jasa. Indonesia, lanjut dia, punya peluang besar untuk bisa berkontribusi hingga 40 persen terhadap PDB karena hampir semua sektor industri punya ruang untuk berkembang. "Saya kira, seperti yang saya gambarkan tadi, hampir semua industri punya ruang untuk berkembang, terlebih dengan pendapatan perkapita yang meningkat dan sumber daya yang mendukung," katanya. Sejumlah industri yang dinilai prospektif untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan pasar internasional, di antaranya keramik, kaca, logam, tekstil, serta makanan dan minuman. Namun, untuk bisa berkontribusi hingga 40 persen, Panggah mengatakan pemerintah perlu menyelesaikan semua faktor penunjang, seperti infrastruktur, pasokan energi, kawasan industri, serta akses pelabuhan. "Berapa tahun lagi (industri berkontribusi hingga 40 persen) itu tergantung bagaimana kita bisa cepat menyelesaikan masalah pokok tadi," katanya. Panggah juga menuturkan agar industri bisa berkontribusi hingga 40 persen terhadap PDB, laju pertumbuhan industri paling tidak harus mencapai 10 persen per tahunnya. "Pertumbuhan industri 2012 mencapai 6,4 persen, tahun ini ditargetkan bisa mencapai 7,14 persen sementara tahun depan 8 persen. Akan tetapi, untuk bisa mencapai kontribusi PDB sebanyak 40 persen, pertumbuhan industrinya paling tidak harus mencapai 10 persen per tahun," katanya. (*/jno)