Sumbar Tetap Bangun Jalan Ton Tanpa Inpres
Senin, 11 Maret 2013 21:16 WIB
Padang, (Antara) - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat tetap memulai pembangunan jalan tol meski hingga Senin belum ada Instruksi Presiden RI yang menugasi PT Hutama Karya yang akan mengerjakan proyek tersebut.
"Sembari menunggu turunnya inpres yang dikonsep oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa, sebagaimana disampaikannya saat kunjungan ke Sumbar beberapa waktu lalu, pembangunan beberapa jembatan rute Duku-Sicincin tetap dimulai," kata Gubernur Sumbar Irwan Prayitno di Padang.
Ia menjelaskan bahwa dana pembangunan jembatan itu berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sedangkan biaya untuk pengerasan dan pembebasan lahan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sumbar. "Hal ini sudah jalan," katanya.
Dengan demikian, kata Gubernur Sumbar, sepanjang belum keluarnya inpres, tentu tahapan pengerjaan jalan tidak bisa dimulai karena PT Hutama Karya belum mendapat penugasan.
Rencana awalnya pembangunan jalan tol Sumbar-Riau dikerjakan oleh Jasa Marga. Akan tetapi, kata dia, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang satu ini disiapkan untuk bisnis murni.
"Maka, pembangunan jalan tol di Jawa diserahkan ke Jasa Marga," katanya menjelaskan.
Menurut dia, sebenarnya secara umum PT Hutama Karya sudah diberi penugasan untuk menjalankan kewajiban pemerintah dalam pembangunan infrastruktur jalan tol di wilayah Sumatra dengan biaya relatif murah.
Menyinggung sumber pembiayaan pembangunan jalan tol, Irwan menjelaskan bahwa konsepnya nanti bagi-bagi, artinya ada yang berasal dari APBD provinsi dan kabupaten/kota. Namun, jumlahnya belum dipastikan.
Kemudian, sumber anggaran berasal BUMN PT Hutama Karya sendiri karena mendapatkan dana penyertaan modal pemerintah.
"Kesepakatan secara lisan sudah ada dalam pola pengerjaan jalan tol itu, jembatan dibangun oleh pemerintah provinsi yang saat ini sudah jalan meski sumber anggaran dari APBN," katanya.
Sebelumnya, Gubernur Sumbar menyampaikan rencana pembangunan jalan tol ada tawaran "sharing" dalam bentuk pinjaman lunak dari Asia Africa Foundation (AAF).
"Kami sudah menggelar pertemuan dengan pihak AAF dan mereka bersedia 'sharing' dalam bentuk pinjaman lunak dalam pembangun jalan tol yang direncanakan Pemprov Sumbar," katanya.
Perkiraan total anggaran rencana pembangunan jalan tol sampai perbatasan Provinsi Riau sekitar Rp10 triliun dengan panjang sekitar 167,24 kilometer.
Adapun anggaran untuk pembebasan lahan, diperkirakan menghabiskan anggaran Rp400 miliar lebih dan sebesar Rp800 miliar kalau ditambah pembelian kawasan ekonomi.
Pembangunan konstruksi jalan tol tahap awal rute Baypass-Sicincin sekitar 9 km ditargetkan akhir tahun lalu. (*/sir/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Klasemen BRI Super League pekan ke-21, tanpa tanding Persib-Borneo tetap teratas
16 February 2026 20:44 WIB
Klasemen BRI Super League pekan ke-21 Jumat (13/2/2026), Malut pepet Persija, Semen Padang tetap ke-16
13 February 2026 21:24 WIB
PLN Bergerak Bersama Pemerintah, Percepat Pembangunan Hunian Tetap di Pauh Padang
02 February 2026 18:43 WIB
Pemkot Padang bangun 10 unit hunian tetap bagi penyintas banjir di Kapalo Koto
29 January 2026 16:22 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018