IPB Siapkan Pendidikan Profesi Ahli Gizi
Selasa, 23 Oktober 2012 18:55 WIB
Institut Pertanian Bogor (IPB). (ANTARA)
Bogor, (ANTARA) - Ketua Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia IPB Dr Budi Setiawan mengemukakan bahwa pihaknya menyiapkan pembukaan program pendidikan profesi ahli gizi.
"Saat ini alumni Departemen Gizi Masyarakat telah diakui keprofesiannya layaknya lulusan kesehatan masyarakat, kedokteran, dokter hewan, sehingga kami memandang perlu untuk merancang pendidikan profesi ahli gizi," katanya di Bogor, Jawa Barat, Selasa.
Ia menjelaskan bahwa pendirian program tersebut sedang dipersiapkan dan dikaji mendalam.
Menurut dia, sosialisasi mengenai rencana membuka program itu, telah disampaikan pada "Hari Pulang Kampus Gizi Masyarakat IPB" yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Gizi Masyarakat (HIMAGIZI) IPB.
Pada kegiatan yang dihadiri Wakil Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB Prof Ahmad Sulaeman, kata dia, pihaknya juga meminta masukan kurikulum dari para alumni.
"Kami ingin mendapatkan masukan mengenai kurikulum, mutu pendidikan, dan informasi 'update' tentang perkembangan alumni Gizi Masyarakat dalam rangka memperbarui akreditasi nasional," katanya.
Sebelumnya, kata dia, Departemen Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga (GMSK) yang merupakan cikal Departemen Gizi Masyarakat telah mendapatkan akreditasi A dan mempunyai rekam jejak alumni yang bagus.
Menurut dia, kini Departemen Gizi Masyarakat kembali mengajukan akreditasinya dan merevitalisasi himpunan alumninya.
"Salah satu syarat dalam pengajuan akreditasi tersebut adalah adanya kiprah para alumni. Kami berharap para alumni Gizi Masyarakat memberikan masukan berharga bagi kemajuan almamaternya," katanya.
Budi Setiawan menambahkan bahwa maksud dari diselenggarakannya pertemuan "Hari Pulang Kampus Gizi Masyarakat IPB", adalah sebagai bagian dari pembentukan Ikatan Alumni Gizi Masyarakat IPB.
"Sekaligus untuk mendapatkan 'feedback' dari para alumni yang selama ini telah terjun dalam dunia kerja," katanya.
Ia mengatakan, pendidikan tinggi perlu disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, sehingga kualitas alumninya memenuhi standar Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemprov Sumbar siapkan langkah intervensi hadapi tekanan inflasi pasca bencana dan jelang ramadhan
22 January 2026 17:05 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018