BNPB antisipasi bencana pancaroba
Selasa, 25 September 2018 12:39 WIB
Kepala BNPB, Willem Rampangilei. (Antara)
Jakarta, (Antaranews Sumbar) - Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) sudah mengantisipasi penanganan kemungkinan bencana pada pancaroba, termasuk mempelajari berbagai pengalaman penanganan musibah pada masa lalu.
"Sebetulnya kita sudah mempelajari dari pengalaman-pengalaman di masa lalu. Sudah ada persiapan memasuki musim penghujan," kata Kepala BNPB Willem Rampangilei di Jakarta, Selasa.
Pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang wilayahnya rawan banjir dan longsor pada musim hujan.
Koordinasi tersebut mulai dari mitigasi dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang tindakan yang diperlukan bila terjadi bencana.
"Termasuk berkoordinasi tentang kesiapsiagaan BPBD di seluruh Indonesia, baik anggotanya maupun peralatannya. Semua itu dalam rangka antisipasi menghadapi musim penghujan," katanya,
Tentang deteksi terhadap kemungkinan longsor di wilayah tertentu sehingga masyarakat bisa diberi peringatan dini, Willem mengatakan belum semua wilayah rawan longsor memiliki pendeteksi.
"Alat pendeteksi pergerakan tanah kita memang masih belum cukup," katanya.
Willem mengatakan September-Oktober 2018 merupakan akhir musim kemarau. Saat musim kemarau, BNPB sudah melakukan beberapa upaya penanganan kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan. (*)
"Sebetulnya kita sudah mempelajari dari pengalaman-pengalaman di masa lalu. Sudah ada persiapan memasuki musim penghujan," kata Kepala BNPB Willem Rampangilei di Jakarta, Selasa.
Pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang wilayahnya rawan banjir dan longsor pada musim hujan.
Koordinasi tersebut mulai dari mitigasi dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang tindakan yang diperlukan bila terjadi bencana.
"Termasuk berkoordinasi tentang kesiapsiagaan BPBD di seluruh Indonesia, baik anggotanya maupun peralatannya. Semua itu dalam rangka antisipasi menghadapi musim penghujan," katanya,
Tentang deteksi terhadap kemungkinan longsor di wilayah tertentu sehingga masyarakat bisa diberi peringatan dini, Willem mengatakan belum semua wilayah rawan longsor memiliki pendeteksi.
"Alat pendeteksi pergerakan tanah kita memang masih belum cukup," katanya.
Willem mengatakan September-Oktober 2018 merupakan akhir musim kemarau. Saat musim kemarau, BNPB sudah melakukan beberapa upaya penanganan kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan. (*)
Pewarta : Dewanto Samodro
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kata BNPB perlu peraturan khusus lindungi anak-anak korban bencana alam
17 July 2018 12:16 WIB, 2018
Terpopuler - Regional
Lihat Juga
Tambahan TKD Rp108 miliar buat Kepulauan Mentawai. Wagub Vasko: Peluang percepatan pembangunan
07 March 2026 20:04 WIB
Personel Lanud Pangeran M Bun Yamin asah kemampuan melalui latihan aeromodeling
13 February 2026 18:37 WIB
Pesawat tempur Super Tucano dan F16 TNI AU uji coba pendaratan di jalan tol
11 February 2026 18:58 WIB
Truk pengangkut BBM pascaterbannya Jalan Lembah Anai ke jalur Sitinjau Lauik
07 February 2026 22:21 WIB