Menlu verifikasi WNI terduga teroris di Malaysia
Kamis, 19 Juli 2018 19:50 WIB
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi.
Jakarta, (Antaranews Sumbar) - Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi sedang melakukan verifikasi tiga WNI terduga teroris yang ditahan Kepolisian Malaysia.
"Tiga warga negara Indonesia itu kami belum dapat notifikasi sampai sekarang baru kami baca dari berita. KBRI Kuala Lumpur meminta akses ke konsuler," kata Retno LP Marsudi, di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis.
Hal itu, kata dia lagi, tujuannya untuk memastikan apakah betul ketiganya adalah WNI sebab informasi awal masih dalam status dugaan.
Pihaknya kemudian akan memverifikasi data-data yang didapat.
"Karena kan (masih) diduga kemudian memverifikasi data mereka. Akses konsuler sedang dicoba diperoleh dan nanti ada pencocokan," katanya pula.
Sebelumnya, Kepolisian Malaysia menahan sebanyak tujuh orang warga negara Malaysia dan diduga warga negara Indonesia karena aktivitas yang dilakukan mereka terkait dengan militan garis keras.
Tujuh orang tersebut ditangkap di empat negara bagian pada kurun 12-17 Juli 2018 di Trengganu, Selangor, Perak, dan Johor.
Salah satu WNI yang ditangkap diduga telah berjanji setia (baiat) dan menerima pelatihan militer dari Negara Islam Indonesia (NII).
Sementara seorang terduga lain asal Indonesia diduga terkait dengan seorang anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang terlibat dalam pembunuhan 10 Mei terhadap perwira polisi Indonesia di Jawa Barat.
Kemudian warga negara Indonesia yang ketiga secara jelas mengaku dirinya sebagai anggota ISIS. (*)
"Tiga warga negara Indonesia itu kami belum dapat notifikasi sampai sekarang baru kami baca dari berita. KBRI Kuala Lumpur meminta akses ke konsuler," kata Retno LP Marsudi, di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis.
Hal itu, kata dia lagi, tujuannya untuk memastikan apakah betul ketiganya adalah WNI sebab informasi awal masih dalam status dugaan.
Pihaknya kemudian akan memverifikasi data-data yang didapat.
"Karena kan (masih) diduga kemudian memverifikasi data mereka. Akses konsuler sedang dicoba diperoleh dan nanti ada pencocokan," katanya pula.
Sebelumnya, Kepolisian Malaysia menahan sebanyak tujuh orang warga negara Malaysia dan diduga warga negara Indonesia karena aktivitas yang dilakukan mereka terkait dengan militan garis keras.
Tujuh orang tersebut ditangkap di empat negara bagian pada kurun 12-17 Juli 2018 di Trengganu, Selangor, Perak, dan Johor.
Salah satu WNI yang ditangkap diduga telah berjanji setia (baiat) dan menerima pelatihan militer dari Negara Islam Indonesia (NII).
Sementara seorang terduga lain asal Indonesia diduga terkait dengan seorang anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang terlibat dalam pembunuhan 10 Mei terhadap perwira polisi Indonesia di Jawa Barat.
Kemudian warga negara Indonesia yang ketiga secara jelas mengaku dirinya sebagai anggota ISIS. (*)
Pewarta : Hanni Sofia
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ungkap kasus, Polresta Bukittinggi tetapkan 54 tersangka narkoba dari 38 LP
29 June 2024 14:47 WIB, 2024
Kemenkumham Sumbar: LP Padang butuh 'shelter' untuk mitigasi bencana
24 October 2023 18:04 WIB, 2023
Jenazah korban kebakaran LP Tangerang dipindah ke RS Polri untuk diidentifikasi
08 September 2021 13:53 WIB, 2021
Seorang warga binaan Lapas Klas II A Bukittinggi tewas gantung diri dalam kamar mandi
09 July 2021 12:17 WIB, 2021
515 warga binaan di LP Bukittinggi terima remisi Idul Fitri, dua langsung bebas
14 May 2021 16:15 WIB, 2021
Kemenkumham Sumbar keluarkan 2.268 orang narapidana lewat porgram asimilasi
06 January 2021 15:25 WIB, 2021
Lapas Padang masih berlakukan komunikasi virtual cegah penyebaran COVID-19
19 October 2020 18:50 WIB, 2020
Kejari Padang pindahkan 61 tahanan dari sel kantor polisi ke Rutan, dampak pandemi COVID-19
25 August 2020 14:22 WIB, 2020
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Antisipasi pencurian kendaraan bermotor selama Ramadhan, Satreskrim Polres Dharmasraya optimalkan ini
12 February 2026 16:44 WIB