Harga kopi arabika gayo melemah
Selasa, 17 Juli 2018 8:55 WIB
kopi (pixabay.com)
Takengon, Aceh, (Antaranews Sumbar) - Harga kopi Arabica asal Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah atau Gayo melemah sejak tiga bulan terakhir setelah pada awal tahun menembus harga tertinggi di pasar internasional.
Pelaku kopi di Takengon, Aceh Tengah, Win Ruhdi Bathin di Takengon, Selasa, mengatakan harga kopi Arabica Gayo jenis green bean asalan saat ini melemah diharga Rp70 ribu dari harga tertinggi sebelumnya Rp80 ribu/Kg.
"Untuk gelondong sekarang turun diharga Rp12.500/bambu, sebelumnya Rp16 ribu/bambu. Satu bambu itu sama dengan 1,2 Kg," tambahnya.
Namun walaupun mengalami penurunan, ujarnya harga kopi saat ini dinilai masih relatif tinggi dibanding harga pada tahun lalu, sebelum komoditi unggulan tersebut menembus harga tertinggi di awal tahun 2018.
"Di awal tahun adalah sejarah kenaikan harga kopi paling signifikan sejak 10 tahun terakhir. Itu harga yang menyenangkan bagi petani," katanya.
Ia mengatakan saat menyentuh harga tertinggi pada awal tahun 2018, Arabica Gayo untuk katagori spesialty bahkan menembus harga Rp95 ribu/kg.
Sementara pasar ekspor kopi Gayo, sebut dia biasanya hanya dibedakan dalam dua katagori yakni green bean great satu dan katagori kopi spesialty.
Sedangkan untuk jenis green bean asalan yang kualitasnya di bawah great satu biasanya dibeli para eksportir dari para petani untuk kemudian disortir kembali menjadi great satu siap ekspor.
Di sisi lain, terang Win Ruhdi kopi Arabica Gayo saat ini secara keseluruhan belum memasuki masa panen.
"Masa panen diperkirakan mulai September nanti," tambahnya.(*)
Pelaku kopi di Takengon, Aceh Tengah, Win Ruhdi Bathin di Takengon, Selasa, mengatakan harga kopi Arabica Gayo jenis green bean asalan saat ini melemah diharga Rp70 ribu dari harga tertinggi sebelumnya Rp80 ribu/Kg.
"Untuk gelondong sekarang turun diharga Rp12.500/bambu, sebelumnya Rp16 ribu/bambu. Satu bambu itu sama dengan 1,2 Kg," tambahnya.
Namun walaupun mengalami penurunan, ujarnya harga kopi saat ini dinilai masih relatif tinggi dibanding harga pada tahun lalu, sebelum komoditi unggulan tersebut menembus harga tertinggi di awal tahun 2018.
"Di awal tahun adalah sejarah kenaikan harga kopi paling signifikan sejak 10 tahun terakhir. Itu harga yang menyenangkan bagi petani," katanya.
Ia mengatakan saat menyentuh harga tertinggi pada awal tahun 2018, Arabica Gayo untuk katagori spesialty bahkan menembus harga Rp95 ribu/kg.
Sementara pasar ekspor kopi Gayo, sebut dia biasanya hanya dibedakan dalam dua katagori yakni green bean great satu dan katagori kopi spesialty.
Sedangkan untuk jenis green bean asalan yang kualitasnya di bawah great satu biasanya dibeli para eksportir dari para petani untuk kemudian disortir kembali menjadi great satu siap ekspor.
Di sisi lain, terang Win Ruhdi kopi Arabica Gayo saat ini secara keseluruhan belum memasuki masa panen.
"Masa panen diperkirakan mulai September nanti," tambahnya.(*)
Pewarta : Irman Yusuf
Editor : Hendra Agusta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tingkatkan pengawasan, BKPSDM Dharmasraya siap terima laporan ASN "nongkrong warung kopi" saat jam kerja
04 November 2025 15:18 WIB
Wako Fadly Amran hadiri peletakan batu pertama pembangunan Koperasi Merah Putih di Alai Parak Kopi
17 October 2025 19:30 WIB
Satu Abad - PTPN IV Regional 4 sulap bekas rumah sakit Kayu Aro jadi pabrik kopi
06 October 2025 4:35 WIB
Pertama di Sumatera, Komunitas Pemasang Sticker gelar Kopdarnas di Bukittinggi
24 August 2025 12:55 WIB
Pemerintah daerah bantu kembangkan kopi Solok jadi komoditas unggulan nasional
03 August 2025 13:56 WIB
Terpopuler - Regional
Lihat Juga
Personel Lanud Pangeran M Bun Yamin asah kemampuan melalui latihan aeromodeling
13 February 2026 18:37 WIB
Pesawat tempur Super Tucano dan F16 TNI AU uji coba pendaratan di jalan tol
11 February 2026 18:58 WIB
Truk pengangkut BBM pascaterbannya Jalan Lembah Anai ke jalur Sitinjau Lauik
07 February 2026 22:21 WIB