Badai terbangkan atap rumah warga di Sabang
Minggu, 15 Juli 2018 6:22 WIB
Ilustrasi, angin badai. (Antara)
Sabang, Aceh, (Antaranews Sumbar) - Angin badai menerbangkan atap rumah warga di Gampong (desa) Cot Abeuk, Sukajaya, Kota Sabang, namun insiden tersebut tidak menimbulkan ada korban jiwa.
"Ya, tadi siang hingga sore anginnya sangat kencang dan satu rumah warga milik Ibu Rasyidah di Gampong Cot Abeuk atapnya terangkat diterpa badai," kata Kasi Darurat pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Daerah (BPBD) Kota Sabang, Budi di Sabang.
Ia menjelaskan, dampak dari angin kencang yang melanda wilayah Kota Sabang dini hari tercatat sebanyak dua pohon tumbang meliputi di Kongsi (kawasan padat penduduk), Gampong Kuta Bawah Barat (KBB) dan satu diantaranya menutupi badan jalan di jalan Aneuk Loat-Balohan.
"Syukur insiden ini tidak menelan korban jiwa dan petugas sudah membersihkan pohon yang tumbang ke badan jalan. Jadi, kami imbau kepada semua warga masyarakat di Kota Sabang selalu waspada terhadap potensi angin kencang dan gelombang tinggi," ingatnya.
Kepada warga masyarakat Kota Sabang juga diimbau agar memperhatikan rilis cuaca peringatan dini yang disampaikan BMKG terkait potensi cuaca buruk," tambah dia.
Kepala Stasiun Meteorologi Cot Bau U, Maimun Saleh, Sabang, Siswanto, kembali mengimbau kepada seluruh warga yang hendak melakukan aktivitas di luar rumah maupun pelayaran agar meningkatkan kewaspadaannya dan selalu memperhatikan keselamatan.
"Siang tadi tepatnya pukul 13.56 WIB terekam kecepatan angin di Kota Sabang dan sekitarnya mencapai 34,2 (63 Km/jam) dan pukul 18.00 WIB kecepatan angin terekam antara 20-29 knot (37-53 Km/jam)," sebutnya.
Siswanto berharap, warga masyarakat Kota Sabang dan sekitarnya dapat memperhatikan seluruh informasi yang dirilis BMKG serta menjadi pendukung dalam pengambilan keputusan agar dapat meningkatkan antisipasi dampak bencana.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebelumnya juga telah mengingatkan, masyarakat Kota Sabang agar mengwaspadai potensi terjadinya angin kecang yang disertai hujan lebat di wilayah tersebut hingga 18 Juli 2018.
"Kita tidak bisa memindahkan atau menolak bencana alam yang muncul seketika. Namun, kita bisa melakukan upaya mitigasi sebagaimana UU No.24 Tahun 2007 tentang penanggulangan Bencana," ujar Siswanto.
Dia juga mengimbau, masyarakat mestinya tidak memandang bencana sebagai sebuah takdir semata, sehingga dapat menghadapinya dengan upaya kesiapsiagaan melalui pemahaman informasi peringatan dini.
"Masyarakat juga perlu mengenali lingkungan sekitar terhadap potensi terjadinya bencana agar mampu hidup berdampingan dengan bencana," kata Siswanto.(*)
"Ya, tadi siang hingga sore anginnya sangat kencang dan satu rumah warga milik Ibu Rasyidah di Gampong Cot Abeuk atapnya terangkat diterpa badai," kata Kasi Darurat pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Daerah (BPBD) Kota Sabang, Budi di Sabang.
Ia menjelaskan, dampak dari angin kencang yang melanda wilayah Kota Sabang dini hari tercatat sebanyak dua pohon tumbang meliputi di Kongsi (kawasan padat penduduk), Gampong Kuta Bawah Barat (KBB) dan satu diantaranya menutupi badan jalan di jalan Aneuk Loat-Balohan.
"Syukur insiden ini tidak menelan korban jiwa dan petugas sudah membersihkan pohon yang tumbang ke badan jalan. Jadi, kami imbau kepada semua warga masyarakat di Kota Sabang selalu waspada terhadap potensi angin kencang dan gelombang tinggi," ingatnya.
Kepada warga masyarakat Kota Sabang juga diimbau agar memperhatikan rilis cuaca peringatan dini yang disampaikan BMKG terkait potensi cuaca buruk," tambah dia.
Kepala Stasiun Meteorologi Cot Bau U, Maimun Saleh, Sabang, Siswanto, kembali mengimbau kepada seluruh warga yang hendak melakukan aktivitas di luar rumah maupun pelayaran agar meningkatkan kewaspadaannya dan selalu memperhatikan keselamatan.
"Siang tadi tepatnya pukul 13.56 WIB terekam kecepatan angin di Kota Sabang dan sekitarnya mencapai 34,2 (63 Km/jam) dan pukul 18.00 WIB kecepatan angin terekam antara 20-29 knot (37-53 Km/jam)," sebutnya.
Siswanto berharap, warga masyarakat Kota Sabang dan sekitarnya dapat memperhatikan seluruh informasi yang dirilis BMKG serta menjadi pendukung dalam pengambilan keputusan agar dapat meningkatkan antisipasi dampak bencana.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebelumnya juga telah mengingatkan, masyarakat Kota Sabang agar mengwaspadai potensi terjadinya angin kecang yang disertai hujan lebat di wilayah tersebut hingga 18 Juli 2018.
"Kita tidak bisa memindahkan atau menolak bencana alam yang muncul seketika. Namun, kita bisa melakukan upaya mitigasi sebagaimana UU No.24 Tahun 2007 tentang penanggulangan Bencana," ujar Siswanto.
Dia juga mengimbau, masyarakat mestinya tidak memandang bencana sebagai sebuah takdir semata, sehingga dapat menghadapinya dengan upaya kesiapsiagaan melalui pemahaman informasi peringatan dini.
"Masyarakat juga perlu mengenali lingkungan sekitar terhadap potensi terjadinya bencana agar mampu hidup berdampingan dengan bencana," kata Siswanto.(*)
Pewarta : Irman Yusuf
Editor : Hendra Agusta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dukung Sumbar Bangkit Pascabencana, SIG Group dan 11 Distributor Bantu 10.000 Zak Semen
10 January 2026 4:51 WIB
Angin kencang bikin tiga penerbangan ke Bandara Juanda dialihkan ke Semarang
08 January 2026 18:36 WIB
Ikan Danau Maninjau mati capai delapan ton dampak hujan-angin kencang (Video)
27 November 2025 15:49 WIB
Tiga nagari di Tanah Datar terdampak bencana akibat hujan deras dan angin kencang
25 November 2025 10:01 WIB
Hujan dan angin kencang landa Padang Panjang, Wako imbau masyarakat waspada dan siaga
24 November 2025 12:42 WIB
BPBD Agam: lima kecamatan dilanda bencana dampak hujan disertai angin kencang (Video)
23 November 2025 15:12 WIB
Terpopuler - Regional
Lihat Juga
Personel Lanud Pangeran M Bun Yamin asah kemampuan melalui latihan aeromodeling
13 February 2026 18:37 WIB
Pesawat tempur Super Tucano dan F16 TNI AU uji coba pendaratan di jalan tol
11 February 2026 18:58 WIB
Truk pengangkut BBM pascaterbannya Jalan Lembah Anai ke jalur Sitinjau Lauik
07 February 2026 22:21 WIB
Jalur Lembah Anai dan Sitinjau Lauik di Sumbar paling trending di akhir 2025
01 January 2026 7:08 WIB