UMN Tampilkan Film Pendek Karya Mahasiswa
Kamis, 21 Februari 2013 7:24 WIB
Jakarta, (Antara) - Universitas Multimedia Nusantara (UMN) memutar delapan film pendek terbaik karya mahasiswanya dalam acara bertajuk Ultima Screen di Blitzmegaplex, Pacific Place, Jakarta, Rabu.
"Film-film tersebut merupakan bagian dari tugas akhir dan tugas mata kuliah penyutradaraan di Program Studi Desain Komunikasi Visual UMN," kata Koordinator Peminatan Digital Cinema UMN Ina Riyanto di sela penyelenggaraan Ultima Screen.
Ina mengatakan bahwa film-film itu bisa menjadi jembatan yang saling menguntungkan bagi mahasiswa dan industri film Indonesia. Mahasiswa bisa menyalurkan bakat dan minat untuk bekerja di dunia perfilman dan industri film bisa melibatkan lulusan UMN yang memiliki kompetensi.
"Ultima Screen diharapkan menjadi sarana 'link and match' antarinstitusi atau perusahaan yang akan menjadi tempat bekerja alumni UMN dengan mahasiswa," kata Ina.
Dalam memproduksi film-film tersebut, kata dia, mahasiswa UMN mendapat bimbingan dari beberapa sineas muda independen yang pernah meraih penghargaan di tingkat nasional dan internasional.
Beberapa sineas independen yang yang membimbing mahasiswa UMN dalam memproduksi film pendek, di antaranya Lucky Kuswandi, BW Purba Negara, Kemal Hasan, dan Yosep Anggi Noen.
Ultima Screen memutar delapan film pendek berdurasi sembilan hingga 20 menit.
Film "The Ponder" menceritakan tentang tokoh Ben, seorang pembunuh bayaran yang ditugasi membunuh pengusaha tambang timah yang juga melakukan ekspor secara ilegal.
Film "Haryo" menceritakan seorang pemuda indekos bernama Haryo yang kehausan, sementara tidak seorang pun yang mau memberinya air.
Film "This is What Boogie did in 2012" bercerita tentang seorang anak berumur tujuh tahun yang memiliki keingintahuan tinggi terhadap benda-benda di sekelilingnya. Film "Wajib" menjadi autokritik bagi warga negara Indonesia yang sering kali tidak hafal dengan lagu kebangsaan "Indonesia Raya".
Film "Tangan Baik" menceritakan Tio, siswa TK yang memiliki bakat melukis yang selalu menggunakan tangan kiri karena kidal dan orang-orang di sekelilingnya yang berusaha mengajarkannya menggunakan tangan kanan.
Film "Makan di Makan" menceritakan Johan, "freelancer" desain grafis dan adiknya, Sophie, pelajar "homeschooling" yang bermasalah dengan makanan karena ditinggal orang tuanya ke Amerika.
Film "Venatus" menceritakan Jo Dempsey, tokoh utama dalam permainan video yang memiliki misi menyelamatkan tunangannya dan melawan iblis.
Film "Konseptor Kamuflase" menceritakan seorang perempuan yang berusaha melarikan diri dari kejaran sesosok makhluk berkostum tikus dalam mimpi-mimpinya.
Selain delapan film yang diputar di Blitzmegaplex, Pacific Place, Ultima Screen juga memutar film-film karya mahasiswa lainnya selama dua hari pada hari Kamis--Jumat (21--22/2) di kampus UMN, Serpong, Tangerang. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Festival panggung seni pelajar tampilkan karya pertunjukan dari 10 sekolah
15 November 2025 8:39 WIB
Taman Budaya Sumatera Barat akan tampilkan Diva Aurel pada Skola Art Fest 2025
24 October 2025 3:58 WIB
Lapas Alahan Panjang tampilkan produk UMKM Bawang Goreng di Festival Hasil Karya Warga Binaan
07 October 2025 17:39 WIB
Lapas Alahan Panjang tampilkan produk UMKM Bawang Goreng di Festival Hasil Karya Warga Binaan se-Lapas dan Rutan di Lapas Kelas IIB Payakumbuh
07 October 2025 14:54 WIB
Hari kedua Ganggam Tari Kontemporer tampilkan tiga karya koreografer perempuan muda Sumbar
08 September 2025 10:55 WIB
Tradisi Manjalang Buya di Pasaman Barat menginspirasi koreografer tampilkan tarian Maniti Galok
07 September 2025 15:32 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018