Sebagian pasar semi modern batal dibangun oleh Disperindag Mukomuko
Minggu, 27 Mei 2018 11:45 WIB
Lambang Kabupaten Mukomuko
Mukomuko, (Antaranews Sumbar) - Rencana pembangunan sebagian pasar semi modern bantuan pemerintah pusat batal dilaksanakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, setelah sebelumnya juga tidak selesai dikerjakan tahun 2017 karena belum adanya anggaran untuk pembangunannya.
"Tahun ini perencanaan pembangunan dulu. Pembangunan fisik tahun 2019," kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Mukomuko A. Halim.
Selain itu, pemerintah pusat belum menyampaikan surat penyerahan hibah bangunan pasar semi modern yang tidak selesai dikerjakan tahun sebelumnya itu, ke pemerintah daerah setempat.
Ia menyatakan, instansinya membuat perencanaan pembangunannya untuk menghitung kebutuhan dana bagi pembangunan pasar tersebut yang dibiayai dana tugas perbantuan (TP) sebesar Rp6 miliar dari Kementrian Perdagangan.
Namun, katanya, pihak penyedia barang dan jasa pemerintah tidak mampu menyelesaikan pekerjaan pembangunannya sesuai dengan kontrak kerja.
"Kontraktor hanya mampu menyelesaikan fisiknya sekitar 77 persen," ujarnya.
Ia menyebutkan, masih ada sekitar 23 persen lagi fisik bangunan yang belum bisa selesai dikerjakan pada tahun sebelumnya, yakni meja los, selasar lantai, keramik, saluran air dan listrik.
Untuk itu, ia berharap, adanya dana dari APBD setempat untuk menyelesaikan pembangunan sejumlah fasilitas pasar semi modern tersebut.
Ia menyatakan, instansinya membutuhkan dana sebesar Rp2 miliar untuk menyelesaikan pembangunan pasar tersebut. Dana sebesar itu termasuk untuk halaman depan bangunan pasar itu.
Ia optimitis, pembangunan pasar tersebut dapat diselesaikan dalam waktu dua bulan.(*)
"Tahun ini perencanaan pembangunan dulu. Pembangunan fisik tahun 2019," kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Mukomuko A. Halim.
Selain itu, pemerintah pusat belum menyampaikan surat penyerahan hibah bangunan pasar semi modern yang tidak selesai dikerjakan tahun sebelumnya itu, ke pemerintah daerah setempat.
Ia menyatakan, instansinya membuat perencanaan pembangunannya untuk menghitung kebutuhan dana bagi pembangunan pasar tersebut yang dibiayai dana tugas perbantuan (TP) sebesar Rp6 miliar dari Kementrian Perdagangan.
Namun, katanya, pihak penyedia barang dan jasa pemerintah tidak mampu menyelesaikan pekerjaan pembangunannya sesuai dengan kontrak kerja.
"Kontraktor hanya mampu menyelesaikan fisiknya sekitar 77 persen," ujarnya.
Ia menyebutkan, masih ada sekitar 23 persen lagi fisik bangunan yang belum bisa selesai dikerjakan pada tahun sebelumnya, yakni meja los, selasar lantai, keramik, saluran air dan listrik.
Untuk itu, ia berharap, adanya dana dari APBD setempat untuk menyelesaikan pembangunan sejumlah fasilitas pasar semi modern tersebut.
Ia menyatakan, instansinya membutuhkan dana sebesar Rp2 miliar untuk menyelesaikan pembangunan pasar tersebut. Dana sebesar itu termasuk untuk halaman depan bangunan pasar itu.
Ia optimitis, pembangunan pasar tersebut dapat diselesaikan dalam waktu dua bulan.(*)
Pewarta : Ferri Arianto
Editor : Hendra Agusta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pesisir Selatan-Mukomuko kerja sama pemadaman kebakaran di perbatasan
30 December 2024 19:35 WIB, 2024
Pesisir Selatan bekerja sama dengan provinsi lain antisipasi megatrust
26 December 2024 20:02 WIB, 2024
Polisi gagalkan pengiriman pupuk bersubsidi dari Sumbar ke Mukomuko
14 November 2024 15:47 WIB, 2024
Terpopuler - Regional
Lihat Juga
Pesawat tempur Super Tucano dan F16 TNI AU uji coba pendaratan di jalan tol
11 February 2026 18:58 WIB
Truk pengangkut BBM pascaterbannya Jalan Lembah Anai ke jalur Sitinjau Lauik
07 February 2026 22:21 WIB
Jalur Lembah Anai dan Sitinjau Lauik di Sumbar paling trending di akhir 2025
01 January 2026 7:08 WIB