Capaian PAD Dharmasraya 2017 tidak sampai target
Selasa, 23 Januari 2018 17:23 WIB
Ilustrasi - Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Pulau Punjung, (Antaranews Sumbar) - Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, pada tahun 2017 sebesar Rp99,2 miliar atau 91,8 persen dari target Rp108 miliar.
Kepala Bidang Pendapatan Daerah Badan Keuangan Daerah Dharmasraya, Irwan Zamrud di Pulau Punjung, Selasa (23/1), menyebutkan penerimaan asli daerah itu berasal dari empat jenis penerimaan.
Keempat jenis penerimaan tersebut yakni dari pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, serta lain-lain PAD yang sah.
Ia menjelaskan pemasukan terbesar berasal dari lain-lain PAD yang sah sebesar Rp76 miliar, kemudian pajak daerah Rp14 miliar serta retribusi daerah Rp4 miliar, dan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar Rp3,8 miliar.
Ia mengatakan realisasi PAD Kabupaten Dharmasraya dalam tiga tahun terakhir mengalami peningkatan, misalnya tahun anggran 2016 PAD hanya sebesar Rp56 miliar atau 80,4 persen dari target.
"Sedangkan tahun anggaran 2015 realisasi PAD sebesar Rp56,6 miliar atau 83,6 persen, sedikit lebih besar dibandingkan pada 2016," ujarnya.
Ia berharap ke depannya dilakukan upaya untuk memaksimalkan sumber PAD dari berbagai sektor, tidak hanya pajak dan retribusi tetapi sektor yang belum tersentuh.
"Misalnya sektor pariwisata dan sebagainya. Melalui jasa pemerintah disitu peluang PAD dapat dimanfaatkan," ungkapnya.
Ia menilai meningkatkan PAD di berbagai sektor merupakan suatu keharusan agar daerah tidak berketergantungan anggaran dari pemerintah pusat.
"Kita harus melakukan terobosan-terobosan, apa yang dapat dilakukan dengan menggali sektor PAD, untuk itu bagaimana kerja sama dan komitmen seluruh pemangku kepentingan lagi," tambahnya. (*)
Kepala Bidang Pendapatan Daerah Badan Keuangan Daerah Dharmasraya, Irwan Zamrud di Pulau Punjung, Selasa (23/1), menyebutkan penerimaan asli daerah itu berasal dari empat jenis penerimaan.
Keempat jenis penerimaan tersebut yakni dari pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, serta lain-lain PAD yang sah.
Ia menjelaskan pemasukan terbesar berasal dari lain-lain PAD yang sah sebesar Rp76 miliar, kemudian pajak daerah Rp14 miliar serta retribusi daerah Rp4 miliar, dan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar Rp3,8 miliar.
Ia mengatakan realisasi PAD Kabupaten Dharmasraya dalam tiga tahun terakhir mengalami peningkatan, misalnya tahun anggran 2016 PAD hanya sebesar Rp56 miliar atau 80,4 persen dari target.
"Sedangkan tahun anggaran 2015 realisasi PAD sebesar Rp56,6 miliar atau 83,6 persen, sedikit lebih besar dibandingkan pada 2016," ujarnya.
Ia berharap ke depannya dilakukan upaya untuk memaksimalkan sumber PAD dari berbagai sektor, tidak hanya pajak dan retribusi tetapi sektor yang belum tersentuh.
"Misalnya sektor pariwisata dan sebagainya. Melalui jasa pemerintah disitu peluang PAD dapat dimanfaatkan," ungkapnya.
Ia menilai meningkatkan PAD di berbagai sektor merupakan suatu keharusan agar daerah tidak berketergantungan anggaran dari pemerintah pusat.
"Kita harus melakukan terobosan-terobosan, apa yang dapat dilakukan dengan menggali sektor PAD, untuk itu bagaimana kerja sama dan komitmen seluruh pemangku kepentingan lagi," tambahnya. (*)
Pewarta : Ilka Jensen
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab luncurkan ''bareh equator Pasaman'', brand lokal asli perkuat swasembada dan ketahanan pangan
11 August 2025 11:59 WIB
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Harga emas Antam pada Senin (09/03/2026) anjlok Rp55.000 jadi Rp3,004 juta/gram
09 March 2026 9:24 WIB
Emas UBS Rp3,105 juta/gr dan Galeri24 Rp3,091 juta/gr pada Minggu (08/03/2026)
08 March 2026 9:24 WIB