Bangkok, (Antara/Xinhua-0ANA) - Setidaknya 17 gerilyawan tewas dalam serangan mereka yang digagalkan di pangkalan militer Thailand selatan yang bergolak, kata seorang juru bicara militer, Rabu. Baku tembak selama 20 menit antara pasukan angkatan laut dan kelompok separatis diduga terjadi pada sekitar pukul 01.30 waktu setempat di Kabupaten Bacho, Provinsi Narathiwat. Pramote Promin, juru bicara Daerah Keempat Komando Operasi Keamanan Internal, mengatakan kepada wartawan bahwa sekitar 100 gerilyawan bersenjata lengkap menyerbu pangkalan di mana ada sekitar 60 prajurit angkatan laut, tetapi mereka telah diberi informasi mengenai serangan itu oleh kalangan gerilyawan yang membelot. Dilaporkan, Jahmaso Jandravadi, dikenal sebagai pemimpin pemberontak separatis yang diduga bertanggung jawab atas pembunuhan seorang guru di Pedalaman Selatan awal bulan ini tewas di awal bentrokan. Tidak ada korban militer yang telah dilaporkan. "Kami mampu mengamankan kamp. Semua kekuatan kami aman," katanya. Serangan itu adalah salah satu serangan yang paling ambisius dalam beberapa tahun kekerasan di Thailand selatan, katanya. Sejak Januari 2004, lebih dari 5.000 orang telah tewas dan sekitar 9.000 lainnya terluka dalam lebih dari 11.000 insiden di tiga provinsi Thailand selatan yang berbatasan dengan Malaysia - Yala, Pattani, Narathiwat dan empat kabupaten di Songkhla. Kekerasan telah meningkat akhir-akhir ini dengan serangkaian serangan mematikan pada akhir pekan lalu, yang merenggut nyawa lima tentara dan dua warga sipil. Pemerintah sedang mempertimbangkan proposal Deputi Perdana Menteri Chalerm Yubamrung untuk mengenakan jam malam di beberapa bagian pedalaman selatan. Tetapi itu ditentang oleh para pemimpin lokal yang mengatakan pemberlakuan jam malam tidak efektif dan akan menyebabkan ketidaknyamanan yang tidak perlu bagi warga. Provinsi tersebut dulunya adalah wilayah otonomi kesultanan Melayu Muslim sebelum dianeksasi oleh Bangkok pada sekitar seabad yang lalu. Sejak itu sering terjadi pemberontakan. (*/jno)