17 Gerilyawan Tewas dalam Bentrokan di Pangkalan Militer Thailand
Kamis, 14 Februari 2013 13:24 WIB
Bangkok, (Antara/Xinhua-0ANA) - Setidaknya 17 gerilyawan tewas dalam serangan mereka yang digagalkan di pangkalan militer Thailand selatan yang bergolak, kata seorang juru bicara militer, Rabu.
Baku tembak selama 20 menit antara pasukan angkatan laut dan kelompok separatis diduga terjadi pada sekitar pukul 01.30 waktu setempat di Kabupaten Bacho, Provinsi Narathiwat.
Pramote Promin, juru bicara Daerah Keempat Komando Operasi Keamanan Internal, mengatakan kepada wartawan bahwa sekitar 100 gerilyawan bersenjata lengkap menyerbu pangkalan di mana ada sekitar 60 prajurit angkatan laut, tetapi mereka telah diberi informasi mengenai serangan itu oleh kalangan gerilyawan yang membelot.
Dilaporkan, Jahmaso Jandravadi, dikenal sebagai pemimpin pemberontak separatis yang diduga bertanggung jawab atas pembunuhan seorang guru di Pedalaman Selatan awal bulan ini tewas di awal bentrokan.
Tidak ada korban militer yang telah dilaporkan. "Kami mampu mengamankan kamp. Semua kekuatan kami aman," katanya.
Serangan itu adalah salah satu serangan yang paling ambisius dalam beberapa tahun kekerasan di Thailand selatan, katanya.
Sejak Januari 2004, lebih dari 5.000 orang telah tewas dan sekitar 9.000 lainnya terluka dalam lebih dari 11.000 insiden di tiga provinsi Thailand selatan yang berbatasan dengan Malaysia - Yala, Pattani, Narathiwat dan empat kabupaten di Songkhla.
Kekerasan telah meningkat akhir-akhir ini dengan serangkaian serangan mematikan pada akhir pekan lalu, yang merenggut nyawa lima tentara dan dua warga sipil.
Pemerintah sedang mempertimbangkan proposal Deputi Perdana Menteri Chalerm Yubamrung untuk mengenakan jam malam di beberapa bagian pedalaman selatan.
Tetapi itu ditentang oleh para pemimpin lokal yang mengatakan pemberlakuan jam malam tidak efektif dan akan menyebabkan ketidaknyamanan yang tidak perlu bagi warga.
Provinsi tersebut dulunya adalah wilayah otonomi kesultanan Melayu Muslim sebelum dianeksasi oleh Bangkok pada sekitar seabad yang lalu.
Sejak itu sering terjadi pemberontakan. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Militer Myanmar lancarkan serangan udara ke gerilyawan penentang junta, telepon dan internet putus
28 September 2021 7:31 WIB, 2021
Tanggapi resolusi parlemen Irak, Menlu Prancis sebut pasukan asing masih dibutuhkan perangi ISIS
06 January 2020 10:01 WIB, 2020
Gerilyawan Syiah Yaman, Al-Houthi akui serang kapal Arab Saudi di pantai barat
26 July 2018 8:53 WIB, 2018
Ketegangan gerilyawan Palestina dan militer Israel meningkat di Jalur Gaza
30 May 2018 9:13 WIB, 2018
Gerilyawan Syiah Yaman Al-Houti luncurkan rudal ke kamp radar Saudi Arabia
20 May 2018 9:55 WIB, 2018
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018