Kompetisi Pacu Perkembangan Robotika Indonesia
Jumat, 8 Februari 2013 10:15 WIB
Delft, Belanda, (ANTARA) - Ajang kompetisi bidang robotika menjadi salah satu media untuk memacu perkembangan penelitian dan penerapan robot di Indonesia, terutama di kalangan akademisi dan masyarakat penggemar robot.
"Kontes-kontes robot membuat praktisi robotika terpacu untuk merancang robot yang bentuk, ukuran dan kemampuannya sesuai dengan area keterampilan yang dikompetisikan," kata peneliti bidang kecerdasan buatan (artificial intelligence), Universitas Teknologi Delft (TUD), Belanda, Safreni C Sari di Delft, Jumat.
Menurut dia, ilmu pengetahuan dan teknologi robotika memiliki daya tarik kuat di kalangan akademik karena bidang tersebut cukup mutakhir, dan di kalangan anak muda desain dan aplikasi robot dianggap sebagai hal yang sangat mengesankan.
Safreni menjelaskan kompetisi robot nasional seperti Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) yang diselenggarakan oleh Dirjen Perguran Tinggi (Dikti) untuk tingkat perguruan tinggi memotivasi akademisi terutama mahasiswa dan dosen untuk mendalami dan mngembangkan teori dan aplikasi robot. Kompetisi robot nasional di Indonesia hingga saat ini sudah merambah ke tingkat SMA, SMP, sampai SD.
"Mahasiswa dan dosen jadi semakin kreatif dalam melakukan inovasi robot dengan adanya kontes karena prestasi di bidang ini membawa banyak manfaat bagi individu penelitinya sendiri, juga bagi peningkatan reputasi dan akreditasi perguruan tinggi," kata Safreni.
Di tingkat internasional prestasi masyarakat Indonesia di bidang robotika juga cukup membanggakan dengan banyaknya kemenangan yang diraih tim robotika dari berbagai universitas seperti Universitas Komputer Indonesia (Unikom), Bandung, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Institut Teknologi Surabaya (ITS) dan Institut Teknologi Bandung (ITB), jelasnya.
"Walaupun ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang robotika di Indonesia masih terbilang baru, kira-kira mulai marak tahun 2000-an, perkembangannya cukup pesat dan patut diapresiasi," ujar Safreni.
Dia menjelaskan, perkembangan tersebut didukung dengan semakin banyaknya akademisi yang mendalami bidang robotika di lembaga-lembaga pendidikan dan penelitian di luar negeri, dan menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi ini di tempat mereka bekerja atau mengajar.
Selain itu, tingginya minat masyarakat akan robot juga dibarengi dengan dibukanya sanggar-sanggar robot sebagai tempat belajar praktis untuk merancang dan merakit robot.
"Teknologi robot masih terbilang mahal karena komponen utama robot yakni sensor, aktuator dan microcontroller masih harus dibeli dari luar negeri," kata Safreni.
Dia berharap pemerintah melalui lembaga terkait mendukung perkembangan robotika Indonesia, terutama bagi kalangan akademik dalam melakukan penelitian dan aplikasi robot.(*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
ULP PLN Simpang Empat pacu perbaikan aliran listrik di lokasi longsor menuju Talamau
02 December 2025 13:20 WIB
Siap jadi tuan rumah, Pemkot Padang Panjang dan panitia matangkan alek nagari Pacu Kuda Gubernur Cup III
18 October 2025 10:46 WIB
SARGA.CO sukses gelar IHR, PORDASI siapkan gelanggang internasional di Sumbar
28 September 2025 18:35 WIB
Bawa misi silaturahmi dan survei pasar, SPMC Touring ke Kuansing saksikan Festival Pacu Jalur
22 August 2025 9:13 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018