Lubuk Sikaping, (Antara Sumbar) - Pemerintah Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, terus mendorong pengembangan ekonomi kreatif, karena merupakan modal utama dalam menghadapi tantangan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang imulai sejak awal 2016.


"Ekonomi kreatif terbukti mampu tampil dengan nilai tambah yang khas, menciptakan pasarnya sendiri, menyerap lapangan kerja, dan mendatangkan pemasukan ekonomi bagi pelakunya," kata Wakil Bupati Pasaman, Atos Pratama pada kegiatan penyuluhan tentang ekonomi kreatif di Lubuk Sikaping, Kamis.

Menurutnya untuk mengembangkan ekonomi kreatif diperlukan sejumlah SDM yang berkualitas dengan daya inovatif dan kreativitas yang tinggi.

"Namun di samping kebutuhan SDM yang berkualitas, pengembangan ekonomi kreatif juga membutuhkan ruang atau wadah sebagai tempat penggalian ide, berkarya, sekaligus aktualisasi diri dan ide-ide kratif," ujarnya.

Ia mengatakan ruang atau wadah ini terdapat pada Gabungan Organisasi Wanita (GOW) daerah itu. Oleh sebab itu melalui penyuluhan, ia berharap SDM yang tergabung di dalamnya bisa bertukar pikiran untuk berinovatif.

Sementara itu, Ketua GOW Pasaman, Mira Atos Pratama mengatakan di Pasaman sendiri memiliki sejumlah keunikan yang berpotensi untuk dikembangkan.

"Salah satunya pengembangan ekonomi kreatif yang dilakukan seiring dengan pengembangan wisata," ujarnya.

Menurutnya, pihaknya sudah memiliki beberapa program kerja dalam pengembangan wisata ini.

"Pastinya, ekonomi kreatif yang kita kembangkan bakal sejalan dengan budaya dan keunikan yang ada di Pasaman," ujarnya.

Ia mengatakan selama ini pihaknya melirik perkembangan ekonomi kreatif yang berkaitan dengan jasa periklanan, pasar atau produksi barang seni, kerajinan atau kreasi, produksi dan distribusi produk yang dibuat dan dihasilkan oleh tenaga pengrajin Pasaman, fashion hingga sektor industri kuliner.

"Pastinya semua ini akan kita kembangkan dan disandingkan dengan program Pemkab  Pasaman dalam hal meningkatkan kualitas budaya dan wisata," katanya. (*)