Yogyakarta, (ANTARA) - Peraih Nobel Perdamaian 2006, Muhammad Yunus, menjadi pembicara utama guna membahas microfinance sebagai solusi permasalahan masyarakat dalam International Microfinance Conference di Yogyakarta, 22 - 23 Oktober.
"Salah satu pembicara kunci dalam acara tersebut Prof Muhammad Yunus, pendiri Grameen Bank dan pemenang hadiah Nobel," kata Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Syarief Hasan, Senin.
Muhammad Yunus akan memberikan sambutan bertajuk "Microfinance As a Social Business: A Way to Solve Society's Most Pressing Problems" (Microfinance Sebagai Bisnis Sosial: Cara untuk Memecahkan Permasalahan Masyarakat).
Sebagaimana tercantum dalam ensiklopedia maya Wikipedia, Muhammad Yunus merupakan bankir dan ekonom Bangladesh yang mengembangkan konsep kredit mikro dan microfinance sebagai cara pembiayaan bagi kalangan masyarakat yang tidak memiliki akses kepada pinjaman bank trandisional.
Yunus juga merupakan Guru Besar Ekonomi Chittagong University dan juga menjadi anggota dewan direktur Yayasan PBB, lembaga amal publik yang didirikan pada 1998 untuk membangun dan mengimplementasikan kemitraan publik-swasta untuk mengatasi permasalahan dunia dan memperluas dukungan bagi PBB.
Pada 2006, majalah Time menempatkan Yunus sebagai salah satu Pahlawan Asia dan termasuk 12 pemimpin bisnis terkemuka dunia.
Sedangkan pada 2008, dalam survey di dunia maya, Yunus dipilih sebagai sosok intelektual terkemuka kedua dalam daftar "Top 100 Public Intellectuals) oleh majalah Prospect (Inggris Raya) dan Foreign Policy (Amerika Serikat).
Sementara itu, International Microfinance Conference 2012 yang bertajuk "Towards Sustainability and Financial Inclusion" (Menuju Inklusi Finansial dan Keberlanjutan) diselenggarakan untuk menggali lebih jauh kebijakan dan praktek terbaru dalam hal inovasi keuangan mikro dari berbagai negara.
Manfaat yang diharapkan dari penyelenggaraan konferensi tersebut adalah eksplorasi pengetahuan dan pengalaman terkait dengan kebijakan dan implementasi pengembangan skema pembiayaan bagi UMKM.
Selain itu, manfaat lainnya adalah memberikan informasi kepada dunia internasional tentang keberhasilan Indonesia dalam mengembangkan skema pembiayaan mikro bagi UMKM melalui Program bernama Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Sebagaimana diketahui, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan peluncuran KUR pada 5 November 2007. Sampai Oktober 2012, realisasi KUR telah mencapai Rp87,97 triliun kepada 7,16 juta debitur. (*/sun)