Moskow, (ANTARA/AFP) - Pasukan Rusia pada Ahad melaporkan membunuh 49 gerilyawan dalam operasi keamanan setelah Presiden Vladimir Putih marah menyangkut kekerasan di Kaukasus Utara. Komite Anti-Teror Nasional mengatakan operasi itu dilakukan di beberapa republik berpenduduk sebagian besar Muslim dan melumpuhkan beberapa komandan gerilyawan paling "dibenci" dan pengikut mereka. "Aksi terkoordinasi membantu menghentikan kegiatan beberapa pemimpim kelompok yang dibenci, para anggota dan sekutu mereka, yang menghancurkan sistem di mana para gerilyawan itu beroperasi," kata kantor berita Interfax yang mengutip satu pernyataan komite itu. Komite itu mengatakan serangan-serangan "berskala luas dan secara besar-besaran" yang melibatkan pasukan lokal dan federal telah menghancurkn 90 pangkalan milisi. Akan tetapi tidak ada rincian mengenai jangka waktu operasi itu atau kapan dimulai. Putin Jumat menyelenggarakan pertemuan mengenai Kaukasus Utara di mana ia mencaci maki para pejabat karena tidak melakukan tindakan yang cukup di wilayah agar tetap berada dalam kekuaaan penuh setelah menghadapi dua perang pasca Sovyet di Chechnya yang memberontak untuk mendirikan negara sendiri lepas dari Rusia. (*/wij)