Pemkot Padang Luncurkan Parkir Elektronik September 2016
Sabtu, 6 Agustus 2016 15:29 WIB
Padang, (Antara Sumbar) - Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat, akan meluncurkan sistem parkir kendaraan secara elektronik atau parkir meter pada September 2016 pada beberapa titik di wilayah tersebut.
"Parkir meter ini berkonsep menggunakan sistem kartu masuk dan keluar parkir diharapkan mampu menekan kemacetan," kata Wali Kota Padang Mahyeldi Asharullah di Padang, Sabtu.
Dia menyebutkan sebagai langkah awal penerapan parkir itu akan dilakukan di tiga lokasi, salah satunya di tepi pantai yang cukup semrawut masalah parkir.
Pada Jalan Samudera di sekitar Pantai Cimpago dan Muaro Lasak sering terjadi kemacetan khususnya pada hari libur. Dengan sistem parkir meter ini diharapkan kemacetan terurai dan susunan kendaraan terlihat lebih teratur.
Selain di pantai, dua lokasi lain akan diterapkan pada beberapa pusat keramaian seperti pertokoan atau pasar.
"Semua titik tersebut juga cukup rawan kemacetan akibat parkir," ujarnya.
Sistem parkir meter atau elektronik ini merupakan bagian dari rencana Kota Padang menjadi kota pintar di masa depan.
Sistem itu juga menjadi bagian dari integrasi sejumlah SKPD di lingkungan pemerintahan untuk mewujudkan hal tersebut.
Nantinya sistem yang akan diterapkan melalui Dinas Perhubungan dan Komunikasi Informasi ini akan berafiliasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil serta Kepolisian atau Satpol PP.
Hal ini dilakukan untuk mencegah pelanggaran parkir yang marak terjadi saat menggunakan sistem secara manual.
"Bila di tiga lokasi tersebut berjalan lancar, semua pusat keramaian di Padang akan diterapkan parkir meter tersebut," kata Mahyeldi.
Senada dengan itu pengamat tata kota dari Universitas Bung Hatta Eko Alvares menilai penertiban parkir ini menjadi hal yang mendesak harus dilakukan pemerintah mengatasi kemacetan.
Menurutnya sebagian besar kemacetan yang terjadi di Kota Padang lebih diakibatkan tidak disiplinnya pengendara dalam memarkir kendaraan.
Hal itu terjadi karena belum tegasnya regulasi yang mengatur perparkiran di Padang.
Masih banyaknya petugas parkir liar yang mengambil iuran secara sepihak dan tidak beraturan perlu ditindaklanjuti pemerintah. "Diharapkan dengan adanya parkir meter ini, secara bertahap persoalan macet akibat parkir sembaranfan dapat teratasi," ujarnya.(*)
"Parkir meter ini berkonsep menggunakan sistem kartu masuk dan keluar parkir diharapkan mampu menekan kemacetan," kata Wali Kota Padang Mahyeldi Asharullah di Padang, Sabtu.
Dia menyebutkan sebagai langkah awal penerapan parkir itu akan dilakukan di tiga lokasi, salah satunya di tepi pantai yang cukup semrawut masalah parkir.
Pada Jalan Samudera di sekitar Pantai Cimpago dan Muaro Lasak sering terjadi kemacetan khususnya pada hari libur. Dengan sistem parkir meter ini diharapkan kemacetan terurai dan susunan kendaraan terlihat lebih teratur.
Selain di pantai, dua lokasi lain akan diterapkan pada beberapa pusat keramaian seperti pertokoan atau pasar.
"Semua titik tersebut juga cukup rawan kemacetan akibat parkir," ujarnya.
Sistem parkir meter atau elektronik ini merupakan bagian dari rencana Kota Padang menjadi kota pintar di masa depan.
Sistem itu juga menjadi bagian dari integrasi sejumlah SKPD di lingkungan pemerintahan untuk mewujudkan hal tersebut.
Nantinya sistem yang akan diterapkan melalui Dinas Perhubungan dan Komunikasi Informasi ini akan berafiliasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil serta Kepolisian atau Satpol PP.
Hal ini dilakukan untuk mencegah pelanggaran parkir yang marak terjadi saat menggunakan sistem secara manual.
"Bila di tiga lokasi tersebut berjalan lancar, semua pusat keramaian di Padang akan diterapkan parkir meter tersebut," kata Mahyeldi.
Senada dengan itu pengamat tata kota dari Universitas Bung Hatta Eko Alvares menilai penertiban parkir ini menjadi hal yang mendesak harus dilakukan pemerintah mengatasi kemacetan.
Menurutnya sebagian besar kemacetan yang terjadi di Kota Padang lebih diakibatkan tidak disiplinnya pengendara dalam memarkir kendaraan.
Hal itu terjadi karena belum tegasnya regulasi yang mengatur perparkiran di Padang.
Masih banyaknya petugas parkir liar yang mengambil iuran secara sepihak dan tidak beraturan perlu ditindaklanjuti pemerintah. "Diharapkan dengan adanya parkir meter ini, secara bertahap persoalan macet akibat parkir sembaranfan dapat teratasi," ujarnya.(*)
Pewarta : Antara
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
65 Kepala Sekolah di Sumbar dilantik, Gubernur titip pembentukan karakter generasi masa depan
13 February 2026 17:47 WIB
Dapat dukungan penuh tangani bencana, Gubernur Mahyeldi sampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo
03 February 2026 10:35 WIB
Gubernur Mahyeldi : Kegiatan Safari Ramadhan Pemprov Sumbar Tahun 2026 Akan Difokuskan ke Daerah Terdampak Bencana
01 February 2026 13:15 WIB
Pemprov Sumbar siapkan langkah intervensi hadapi tekanan inflasi pasca bencana dan jelang ramadhan
22 January 2026 17:05 WIB
Bukittinggi berpeluang jadi Daerah Istimewa, Gubernur Sumbar minta kajian mendalam
21 January 2026 10:21 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018