Kairo, (ANTARA/Reuters) - Angkatan bersenjata Mesir Sabtu pagi mengerahkan tentaranya ke daerah di kota Suez setelah tujuh pemrotes dan seorang prajurit tewas ditembak dalam bentrokan pada ulang tahun kedua pemberontakan melawan Hosni Mubarak. "Kami telah meminta angkatan bersenjata ketiga untuk mengirim bala bantuan ke daerah itu sampai kita melewati masa sulit," kata Adel Refaat, kepala keamanan negara di Suez kepada televisi pemerintah. Sedikitnya 160 orang cedera pada Jumat dalam bentrokan antara demonstran dan pasukan keamanan pada demonstrasi besar di seluruh Mesir guna memperingati tahun kedua kerusuhan 2011, yang menggulingkan presiden Hosni Mubarak. "Sebanyak 160 orang cedera dalam demonstrasi di seluruh negeri ini, termasuk 70 orang dirawat di rumah sakit, sementara 90 orang lagi masih belum memperoleh pengobatan," kata Ahmed Omar, Juru Bicara Kementerian Kesehatan Mesir seperti dikutip Xinhua. Di sebagian besar gubernuran Mesir --seperti Kairo, Ismailiyah, Suez, Iskandariyah dan lain-lain-- ratusan ribu pemrotes berkumpul sejak Jumat pagi. Mereka menyerukan pengunduran diri Presiden Mohamed Moursi dan pemerintah saat ini. Di tengah pawai dan unjuk rasa di Ismailiyah, markas Ikhwanul Muslimin dibakar oleh demonstran yang marah. Namun kobaran api segera dapat dikendalikan. (*/sun)