Arosuka, Sumbar, (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Solok pada 2013 mendapatkan alokasi anggaran dari pemerintah pusat sebesar Rp340 juta untuk pembudidayaan dan pengembangan bunga krisan. "Bantuan tersebut rencananya disalurkan kepada tiga kelompok tani, dan akan digunakan untuk pembudidayaan bunga krisan sehingga bisa menggenjot perekonomian," kata Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian Setempat Miharka Maria di Arosuka, Sabtu. Menurut dia, bantuan tersebut bisa digunakan untuk pengembangan usaha bunga krisan di atas lahan seluas 1,5 hektare yang akan dikelola sekitar 45 orang yang tergabung dalam tiga kelompok tani. "Bantuan ini bisa kita dapatkan karena dalam dua tahun ini pembudidayaan bunga krisan di Kabupaten Solok cukup berkembang dan telah memberikan keuntungan kepada masyarakat," ujarnya. Dia menambahkan, pembudidayaan bunga Krisan di daerah itu dimulai pada tahun 2007, namun pada awalnya belum berkembang karena petani yang mengelolanya belum mengetahui tata cara untuk pengembangannya. "Namun karena keuletan petani pada tahun 2009 budidaya bunga krisan mengalami perkembangan, dimana terdapat di dua nagari (desa adat) yaitu Air Batumbuak, dan Batang Barus, kecamatan Gunung Talang," katanya. Dia menambahkan, saat ini pengelolaan bunga Krisan tersebut dikelola oleh empat kelompok tani dengan anggota sekitar 60 orang atau sekitar 15 orang setiap kelompok di atas areal satu hektare. Dia menyatakan, saat ini petani tersebut telah mengembangkan dua jenis yaitu Krisan pot dengan 30 macam warna dan krisan potong 18 jenis warna. Sementara untuk pemasarannya, imbuh Maria, adalah ke kabupaten/kota di Sumbar, seperti Padangpanjang, Padang, Bukittinggi dan provinsi Riau dengan kisaran harga Rp10 ribu hingga Rp12 ribu per batang. "Dari penjualan tersebut setidaknya bisa memperoleh keuntungan Rp15 juta - Rp20 juta dalam sebulan bagi setiap kelompok," katanya. (**/lif/jno)