Padang, 6/2 (Antara) - Paguyuban Warga Sunda (PWS) Sumatera Barat (Sumbar), mengharapkan pemerintah daerah Jawa Barat (Jabar) dapat membangun asrama bagi mahasiswa  sunda yang kuliah di Padang.

         "Saat ini ratusan mahasiswa asal sunda berkuliah di Padang, namun tempatnya berpencar-pencar, bila ada asrama mahasiswa tentunya bisa menggabungkan kesemuanya pada satu tempat," kata Ketua PWS Sumbar, Aji Rukmana saat dikonfirmasi, di Padang, Sabtu.

         Dia menyebutkan saat ini sebagian besar mahasiswa asal sunda tersebut berkuliah di dua universitas ternama Padang, yakni Universitas Negeri Padang (UNP) dan Universitas Andalas (Unand) di berbagai jurusan.

         Khusus untuk mahasiswa UNP sejauh ini sebagian besar berkumpul dalam satu rumah dan sering dikenal Pemuda Pasundan.

         Sedangkan mahasiswa berkuliah di Unand tersebar tempat tinggalnya di sekitar kampus dan kota, ucapnya.

         Menurutnya bila pemda Jabar dapat mengabulkan permintaan, kesemua mahasiswa asal sunda itu akan ditempatkan pada lokasi yang sama dengan posisi strategis dari kampusnya masing-masing.

         Artinya lokasi asrama tersebut berada di tengah jarak ke UNP dan Unand, imbuhnya.

         "Tujuan ingin membangun asrama ini agar bisa diarahkan dalam kegiatan PWS nantinya," kata dia.

         Menurutnya beberapa kegiatan PWS seperti pentas seni, silaturahmi akbar hingga acara qurban dapat dilakukan dengan baik oleh mahasiswa tersebut, terutama dalam persiapan penyelenggaraannya.

         Selain itu bila kesemua mahasiswa tersebut berada pada satu asrama tentunya akan memudahkan pengawasan PWS terhadap tindak tanduk selama hidup di Sumbar.

         Mengingat kesemua mahasiswa tersebut tidak memiliki kartu tanda pengenal Sumbar, sehingga perlu adanya pengawasan untuk mencegah hal negatif ke depan.

         "Kami harapkan dengan alasan demikian, pemda Jabar dapat segera mengabulkan permintaan kami, dan sumber daya mahasiswa dapat secepatnya diberdayakan," ucapnya.

         Meskipun begitu upaya ini semata bukan untuk mengekang kebebasan mahasiswa, karena dalam kesehariannya tidak akan ada campur tangan PWS.

         "Bila kami panggil lalu mau, jika tidak yang ditolak, tidak ada sama sekali paksaan," katanya.

         Sementara itu Pemprov Jabar melalui Setdaprov Iwa Karniwa mendukung semua kegiatan PWS Sumbar dalam mengembangkan budaya Sunda di ranah Minang.

         Secara bertahap kata dia, pihaknya akan memberikan bantuan baik materil maupun moril untuk menyukseskan tujuan tersebut.