Paguyuban Sunda Gelar Sarasehan Dengan Pemkot Padang
Sabtu, 30 Januari 2016 19:54 WIB
Paguyuban Warga Sunda Sumatera Barat (Doc Foto PWS Sumbar) (Antara Sumbar)
Padang, 30/1 (Antara) - Paguyuban Warga Sunda (PWS) Sumatera Barat (Sumbar), menggelar pertemuan atau "sarasehan" dengan pemerintah kota (pemkot) Padang di Palanta Kediaman Wali Kota pada Sabtu, dalam rangka persiapan festival akbar etnis tersebut yang akan dihelat Minggu (31/1).
"Pertemuan ini cukup istimewa karena sejumlah tokoh dari ranah pasundan hadir untuk bertemu dengan jajaran pemkot," kata Sekretaris PWS Sumbar, Dani Setiawan, di Padang, Sabtu.
Dia menyebutkan pertemuan tersebut sebagai ajang silaturahmi sejumlah tokoh Sunda seperti "ceu" atau kakak perempuan Popong yang merupakan anggota DPR tertua, tetua warga Pasundan, dengan wakil wali kota serta pejabat dinas lainnya.
Secara eksplisit kata dia, tujuan pertemuan ini untuk meminta restu dan izin dari pemkot untuk menggelar festival akbar sekaligus pengukuhan pengurus PWS Sumbar yang dilaksanakan esok.
Sekaligus juga mengenalkan antara perwakilan yang datang dari pemerintah daerah Sunda yakni Jawa Barat dan Banten dengan pemerintahan kota Padang.
"Secara keseluruhan pertemuan atau "sarasehan" ini juga untuk mengundang partisipasi sekaligus meminta dukungan dari warga Padang untuk suksesnya acara mendatang," katanya.
Ia mengharapkan kegiatan ini dapat rutin dilaksanakan apabila ada perwakilan sunda dari Jawa datang ke Padang, ucapnya.
Sementara itu sebelumnya, Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah mendukung kegiatan festival akbar warga Sunda tersebut di Padang.
Menurutnya ini menjadi bukti bahwa kota Padang memiliki kekayaan budaya nasional yang beragam bukan hanya Minangkabau.
"Dalam hal ini setiap festival yang melibatkan etnis Jawa, Sunda, Batak, bahkan Tionghoa kami mendukung sepenuhnya, selagi kegiatan tersebut dapat memperkaya khasanah budaya di kota Padang," Ucapnya.
"Pertemuan ini cukup istimewa karena sejumlah tokoh dari ranah pasundan hadir untuk bertemu dengan jajaran pemkot," kata Sekretaris PWS Sumbar, Dani Setiawan, di Padang, Sabtu.
Dia menyebutkan pertemuan tersebut sebagai ajang silaturahmi sejumlah tokoh Sunda seperti "ceu" atau kakak perempuan Popong yang merupakan anggota DPR tertua, tetua warga Pasundan, dengan wakil wali kota serta pejabat dinas lainnya.
Secara eksplisit kata dia, tujuan pertemuan ini untuk meminta restu dan izin dari pemkot untuk menggelar festival akbar sekaligus pengukuhan pengurus PWS Sumbar yang dilaksanakan esok.
Sekaligus juga mengenalkan antara perwakilan yang datang dari pemerintah daerah Sunda yakni Jawa Barat dan Banten dengan pemerintahan kota Padang.
"Secara keseluruhan pertemuan atau "sarasehan" ini juga untuk mengundang partisipasi sekaligus meminta dukungan dari warga Padang untuk suksesnya acara mendatang," katanya.
Ia mengharapkan kegiatan ini dapat rutin dilaksanakan apabila ada perwakilan sunda dari Jawa datang ke Padang, ucapnya.
Sementara itu sebelumnya, Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah mendukung kegiatan festival akbar warga Sunda tersebut di Padang.
Menurutnya ini menjadi bukti bahwa kota Padang memiliki kekayaan budaya nasional yang beragam bukan hanya Minangkabau.
"Dalam hal ini setiap festival yang melibatkan etnis Jawa, Sunda, Batak, bahkan Tionghoa kami mendukung sepenuhnya, selagi kegiatan tersebut dapat memperkaya khasanah budaya di kota Padang," Ucapnya.
Pewarta : M R Denya Utama
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Selalu siaga bencana, pakar ingatkan dua zona megathrust paling berbahaya
27 September 2025 13:33 WIB
Festival permainan tradisional edukasi pelajar Sawahlunto hadapi kecanduan gadget
02 September 2025 16:03 WIB
Hikmah dibalik erupsi Gunung Marapi, Peguyuban warga Sunda salurkan bantuan
24 January 2024 8:48 WIB, 2024
BMKG imbau masyarakat waspada potensi hujan lebat hingga panas terik
24 December 2023 7:54 WIB, 2023
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018